Sehari di Taman Safari

Deru mobil yang melaju pagi itu mewujudkan rencana tak spontan semalam sebelumnya. Perbincangan ringan dengan topik ala kadarnya rupanya bermuara pada pertanyaan satu orang. “Besok libur, enggak ada rencana main ke mana gitu?” Tutur Yudith.

Lanjutkan membaca Sehari di Taman Safari

Iklan

Drama Pergantian Tahun

Jembatan Suramadu

Tami tak pernah menyangka jika tahun barunya berbalut kekalutan. Ia hanya mencoba selazimnya orang-orang lainnya, merayakan pergantian tahun lebih semarak dan tentunya berkesan dengan teman-temannya.

Lanjutkan membaca Drama Pergantian Tahun

Suroboyo Bus Bayarnya Pakai Sampah Plastik, Beneran?

p_20180621_111805981158138.jpg

Lima menit berlalu, tepat seperti orang-orang sampaikan, bus sepanjang 12 meter dengan billboard bertuliskan ‘Green Line’ akhirnya datang merapat. Sama seperti yang lainnya, saya perlu bergegas untuk masuk, jika tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Lima hari di Kuala Lumpur, membuat saya terbiasa menaiki GoKL City Bus.

Lanjutkan membaca Suroboyo Bus Bayarnya Pakai Sampah Plastik, Beneran?

Terperangah Sudirman Raksasa di Pacitan

Komplek Monumen Jenderal Sudirman Pacitan
Patung Jenderal Sudirman di Pacitan ramai dikunjungi wisatawan [Foto: Iwan Tantomi]

Tak banyak hal yang saya lakukan dalam perjalanan sore hari menuju daerah Sobo, Pacitan. Selain beristirahat, saya juga menghubungi Aji, rekan kuliah yang asli Pacitan. Dalam hitungan jam lagi, saya bakal reuni dengannya. Ia pula yang akan menemani saya berkunjung ke salah satu monumen jenderal pertama di negeri ini. Bahkan, ia menyilakan saya untuk bermalam di rumahnya selama berada di Pacitan. Wajar jika saya antusias dalam perjalanan kali ini. Beberapa jam kemudian, akhirnya saya tiba di Pacitan waktu subuh keesokan harinya.

Lanjutkan membaca Terperangah Sudirman Raksasa di Pacitan

Membesuk Eyang Soekarno di Blitar

DSCF6064

“Ada yang tahu kapan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia merdeka, anak-anak?”

Seperti biasa, Rusminiwati begitu semangat setiap kali mengajar sejarah. Ia adalah wali kelas kami. Di sekolah dasar (SD), para murid kelas empat biasa memanggilnya Bu Rus. Perempuan berusia 50 tahunan itu, cukup renta secara fisik, tetapi tidak untuk semangatnya.

Lanjutkan membaca Membesuk Eyang Soekarno di Blitar