Bandung, Bandros dan Batagor

Gedung Sate Kota Bandung

Sudah di depan Gedung Sate saja. Padahal kemarin cuma iseng doang.

Rasanya batin berdialog sendiri kala menatapi kantor Gubernur Jawa Barat itu. Kedatangan saya ke Bandung kali ini sangatlah berbeda dengan sebelumnya. Tak lagi seorang diri, juga tidak sejembel biasanya.

Lanjutkan membaca Bandung, Bandros dan Batagor

Iklan

Halo Bandung

Jembatan Pasopati Kota Bandung

Setelah telat satu jam, Malabar akhirnya tiba ke pemberhentian terujungnya. Tak paham apa yang membuat kereta api tersebut tidak tepat waktu, yang jelas simpang siur informasi sempat terjadi hingga membuat sebagian penumpang waswas sendiri. Beruntung, kereta merapat dengan selamat.

Lanjutkan membaca Halo Bandung

Bandung, Apa Kabar?

Kereta Api Malabar

Lembar demi lembar begitu tak terasa hikmatnya. Masih membaca novel ‘Amba’ yang berkutat dengan fiksi sejarah, rasanya saya menghabiskan hari dengan penuh makna.

Lanjutkan membaca Bandung, Apa Kabar?

I’m Gonna Solo


Derit pintu kaca menandai kedatangan saya di kafe itu. Hujan di luar membuat saya memilih untuk menyeruput kopi di dalam ruangan yang berkonsep industrialis tersebut. Sambil menunggu pesanan Caramel Macchiato tiba, saya mulai kembali membuka buku yang sedang saya baca belakangan. AMBA: novel karya Laksmi Pamuntjak.

Lanjutkan membaca I’m Gonna Solo

Raja Sehari di Singapura

 

Sebelum Terminal 4 dioperasikan, penerbangan low cost carrier ke Singapura mengharuskan saya mendarat di Terminal 1 Bandara Changi. Usai itu, saya masih perlu bergegas ke stasiun skytrain menuju Terminal 2, atau kalau tak memungkinkan ke Terminal 3. Hanya di dua terminal itulah, stasiun mass rapid transit (MRT) menuju pusat kota Singapura dari Changi, sementara berada.

Lanjutkan membaca Raja Sehari di Singapura