Beragam Mitos Hidrasi di Bulan Puasa, Kini Mulai Terungkap Faktanya

botol 2

Mitos Hidrasi di Bulan Puasa [Hak Milik Foto: Now and Then]

Tak terasa Ramadhan sudah memasuki bulannya. Setiap umat muslim dewasa pun berkewajiban untuk menjalankannya. Dari yang tadinya bisa makan tiga kali sehari, kali ini harus menyesuaikan menjadi dua kali. Bukan hanya itu, hal yang paling dirasa berat saat menjalankan puasa di hari pertama adalah waktu makan sahur yang dilakukan dini hari.

Kalau waktu berbuka mungkin masih bisa ditoleransi oleh tubuh karena masih sama dengan jam makan malam di hari biasa. Namun, makan sahur pada kisaran jam 2 hingga 3 pagi itulah yang mungkin butuh disesuaikan oleh tubuh. Belum lagi rasa kantuk yang mendera, karena memaksa tubuh untuk bangun di tengah proses tidur – delapan jam yang masih berjalan. Meski begitu, balik lagi ke kewajiban, apapun keluhannya, ibadah perlu dilakukan dengan lapang dada.

Sejalan dengan puasa di bulan Ramadhan, yang bisa dikatakan sudah menjadi tradisi di kalangan umat Islam, muncul beberapa anggapan yang berkembang. Mulai anggapan minum kopi saat berbuka bisa menyegarkan tubuh, hingga hanya minum air putih saat merasakan haus di malam hari selama Bulan Puasa. Sayangnya, anggapan ini belum diketahui secara jelas, apakah termasuk fakta atau hanya mitos belaka. Supaya puasa Ramadan tahun ini bisa berjalan lebih optimal, simak mitos dan fakta menarik yang berhubungan dengan hidrasi saat berpuasa dari AQUA berikut ini.

drink water-001

Kebutuhan cairan tubuh tidak berubah saat puasa [Hak Milik Foto: LuRa’s Anime Blog]

Anggapan pertama, kebutuhan cairan tubuh lebih sedikit saat bulan puasa. Anggapan ini mengacu pada penjelasan cairan tubuh harus dipenuhi secara teratur dalam jumlah yang sesuai setiap jamnya. Oleh karena sedang berpuasa, kemudian sebagian orang berpikir pemenuhan cairan dalam tubuh menjadi lebih sedikit. Faktanya, meski sedang berpuasa kebutuhan cairan dalam tubuh tidak berkurang maupun bertambah sedikit. Secara kuantitas, porsi cairan yang diperlukan oleh tubuh sama dengan kebutuhan cairan di hari-hari biasa, yaitu sekitar 2 Liter untuk orang dewasa. Bedanya, selama Bulan Puasa, kebutuhan cairan ini hanya bisa dipenuhi saat jam berbuka, malam hari dan juga sahur.

Kopi menyegarkan tubuh-001

Konsumsi kafein saat berbuka puasa sebabkan Maag [Hak Milik Foto: Reddit]

Anggapan ke dua, ada yang meyebutkan minum kopi saat berbuka bisa menyegarkan tubuh. Faktanya, mengonsumsi kafein saat perut dalam keadaan kosong justru berpotensi menyebabkan maag. Akan lebih baik bila mengawali waktu berbuka dengan meminum segelas air putih. Manfaatnya, dapat membantu mengoptimalkan fungsi tubuh. Mulai melancarkan sistem pencernaan, memberikan energi serta melindungi jaringan tubuh yang sensitif seperti kulit, agar senantiasa sehat usai seharian berpuasa.

soft drinks

Minum minuman manis seperti softdrinks saat berbuka bisa meningkatkan kadar gula darah [Hak Milik Foto: Anime Diet]

Anggapan ke tiga, berbuka puasa paling enak di awali dengan minuman manis. Faktanya, tahukah Anda, bila minuman manis mengandung karbohidrat sederhana? Senyawa ini dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga bisa memicu rasa lapar. Hal inilah yang menyebabkan nafsu makan langsung melejit kala waktu berbuka tiba. Bila tidak cermat memilih asupan yang tepat dan sehat – termasuk mengabaikan komposisi asupan gula pada makanan maupun minuman manis di malam hari, maka bisa menyebabkan kenaikan berat badan setelah bulan puasa berakhir.

menunggu haus baru minum

Minum air putih tak harus menunggu haus dulu [Hak Milik Foto: Nerd Reactor]

Anggapan ke empat adalah menunggu haus dulu baru minum sebanyak-banyaknya. Faktanya, hal ini ternyata kurang tepat. Selama proses metabolisme berlangsung, air yang dikonsumsi dalam tubuh memerlukan waktu untuk berpindah dari lambung menuju otot-otot tubuh. Maka dari itu, baiknya tidak perlu menunggu haus untuk minum, agar kebutuhan cairan dalam tubuh dapat tercukupi dengan baik.

Lantas, bagaimana saat bulan puasa?

Memang, selama puasa berlangsung, tubuh tidak bisa menerima asupan air putih yang cukup setiap jamnya. Namun, aktivitas minum teratur yang biasa dilakukan sehari-hari, bisa diganti dengan komposisi minum air putih yang tepat, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari dan 2 gelas saat sahur. Penerapan pola minum air putih 2+4+2 selama bulan Ramadan ini dapat dilakukan dengan rincian sebagai berikut.

aqua pamflet 1

Konsep minum air putih selama berpuasa dengan #AQUA242

2 Gelas Saat Berbuka

Tidak harus dua gelas sekaligus, karena akan membuat perut menjadi penuh dan selera makan saat berbuka mungkin menjadi berkurang. Agar tubuh bisa mendapatkan manfaat nutrisi baik dari makanan maupun air putihnya sendiri, awali waktu berbuka puasa dengan 1 gelas air putih. Barulah setelah menikmati hidangan berbuka, minum 1 gelas air putih lagi. Dengan begitu, pola minum ‘2 gelas saat berbuka’ dapat diaplikasikan.

4 Gelas Saat Malam

Jika menerapkan pola minum air putih 2 gelas saat berbuka terbilang mudah lantaran haus, lain ceritanya dengan penerapan 4 gelas saat malam. Selain faktor malas, tidak merasa haus, hadirnya beragam minuman manis menjadi penghambat teraplikasinya pola minum air putih yang satu ini. Belum lagi, hasrat untuk menyantap makanan maupun minuman manis begitu membeludak saat malam hari. Bila tidak diantisipasi dengan baik dapat mengganggu pemenuhan cairan dalam tubuh.

Untuk mengaplikasikan pola minum air putih ‘4 gelas saat malam’, bukan berarti sekali minum harus 4 gelas sekaligus. Bisa dibagi menjadi beberapa tahap di waktu malam hingga menjelang tidur. Misalnya, bila kegiatan makan utama disajikan saat malam hari usai salat Tarawih, minumlah 1 gelas air putih sebelum makan. Setelah menyantap hidangan, pungkasi dengan meminum air putih sebanyak 2 gelas. Menjelang tidur, 1 gelas air putih, minum sekali lagi. Pola ‘4 gelas saat malam’ pun bisa teraplikasikan dengan baik.

2 Gelas Saat Sahur

Agar pola minum air putih selama puasa sebanding dengan pola minum rutin 8 gelas per hari, maka sebisa mungkin perlu dimaksimalkan saat sahur. Bila sejak berbuka sampai menjelang tidur sudah meminum 6 gelas air putih, 2 gelas sisanya bisa diterapkan ketika sahur. Bisa dengan 1 gelas air putih sebelum makan dan 1 gelas lagi sesudahnya. Bisa juga dengan 2 gelas air putih sekaligus, usai menyantap hidangan sahur. Hal yang paling penting adalah pola minum air putih ‘2 gelas saat sahur’ ini tidak sampai lupa untuk diterapkan. Tujuannya, tentu saja agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi ringan selama berpuasa di bulan Ramadhan.

vitamin water

Minuman bervitamin banyak mengandung gula tambahan [Hak Milik Foto: Tallon 4]

Anggapan terakhir yang muncul di masyarakat, yaitu minuman bervitamin dianggap lebih baik daripada air putih, terlebih saat berpuasa. Air kemasan yang mengandung vitamin atau fortified water ini kerap kali dikatakan bermanfaat, lantaran kandungan vitamin yang ditambahkan di dalamnya, seperti Vitamin C. Sayangnya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, waktu penyerapan vitamin tersebut dalam aliran darah ternyata sama saja dengan suplemen biasa. Sebaliknya, minuman bervitamin cenderung mengandung gula tambahan dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga kurang baik bila dikonsumsi berlebihan.

Tidak menyangka kan, bila anggapan yang begitu ramai diperbincangkan ternyata sebatas mitos belaka? Semestinya puasa Ramadhan dapat memberikan dampak yang baik bagi kesehatan tubuh, tetapi bila tidak memahami jumlah dan cara minum air putih yang benar, bisa jadi puasa Ramadhan justru menimbulkan beragam gangguan kesehatan. Walaupun belum ada penelitian tentang pengaturan konsumsi air minum selama ibadah puasa, secara umum AQUA menganjurkan untuk minum air putih 2 gelas saat berbuka, 1 gelas saat makan malam, 1-2 gelas setelah makan malam, 1 gelas menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur. Tujuannya hanya satu, yaitu agar kebutuhan air dalam tubuh tetap terpenuhi dengan cukup baik selama puasa berlangsung.

Jadi, bila sudah ada fakta yang mendukung ibadah puasa menjadi lebih lancar, kenapa masih saja menerapkan mitos? Yuk, cegah dehidrasi saat puasa dengan ‘cara sederhana’ dari AQUA. Selamat Berpuasa!

Advertisements

Ini Dia Biang Munculnya Kegemukan Usai Berpuasa

gendut

Biang munculnya kegemukan diilustrasikan oleh Baymax Big Hero 6 [Hak Milik Foto: licensing.biz]

Selama Ramadhan kesempatan untuk makan dan minum dibatasi hanya pada malam hari. Itupun mulai subuh sampai magrib, perut harus benar-benar kosong dari jilatan makanan maupun tetesan air minum. Rasa lapar dan dahaga ini semestinya tidak akan membuat berat badan meningkat, lantaran dari asupan berbuka maupun sahur saja. Lalu, apa yang salah dengan orang yang justru bertambah gemuk usai berpuasa Ramadhan?

Selain waktu berbuka dan sahur, jangan lupa, masih ada malam hari yang menjadi ajang menikmati makan dan minum secara bebas. Bagi sebagian orang, kebiasaan ini ibarat momen langka yang sayang untuk dilewatkan. Alih-alih mendapatkan kepuasaan, beragam hidangan pun dilahap habis tanpa sisa. Tidak terkecuali, asupan yang mengandung gula tinggi, seperti minuman manis.

Siapa sih yang tidak suka minuman manis? Apalagi dihidangkan saat berbuka, begitu nikmat rasanya. Meski begitu, konsumsi minuman manis berlebihan ternyata memiliki efek buruk juga, terutama saat berbuka. Menurut fakta hidrasi yang dilansir oleh AQUA, minuman manis mengandung karbohidrat sederhana. Struktur kimia molekulnya yang lebih sederhana membuat karbohidrat ini lebih cepat dicerna oleh tubuh. Hal inilah yang menyebabkan kadar gula darah meningkat, usai mengonsumsinya.

karbohidrat sederhana

Sumber karbohidrat sederhana [Hak Milik Foto: Detik Health]

Secara umum, karbohidrat sederhana terbagi menjadi dua kategori, yaitu monosakarida dan disakarida. Dikatakan monosakarida bila terhimpun dari satu molekul gula saja. Contohnya adalah glukosa, fruktosa dan galaktosa. Sementara disakarida merupakan gabungan dari dua monosakarida yang berikatan secara kimia. Sukrosa, maltosa dan laktosa termasuk ke dalam disakarida. Sedangkan makanan sumber karbohidrat sederhana antara lain gula pasir, gula merah, sirup jagung, molase, selai, soft drink, permen, yogurt, susu, cokelat, jus buah dan sebagainya.

Lebih lanjut, fakta hidrasi dari AQUA memaparkan efek kenaikan gula darah akibat minuman manis yang kaya kandungan karbohidrat sederhana saat berbuka, bisa memicu rasa lapar. Akibatnya, nafsu makan menjadi melonjak saat menyantap hidangan berbuka. Saking lahapnya, sampai-sampai tidak memperhatikan komposisi kandungan gula dari setiap asupan yang dimakan maupun diminum. Bila dilakukan secara terus-menerus selama bulan Puasa, maka bisa menyebabkan kenaikan berat badan usai puasa Ramadhan berakhir.

Fakta ini juga diperkuat oleh pernyataan dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono. Menurutnya, kebiasaan makan yang salah saat sahur dan berbuka bisa menjadi penyebab bertambahnya berat badan saat berpuasa. Orang Indonesia memiliki kebiasaan berbuka puasa dengan minuman dan makanan manis. Padahal, asupan tersebut merupakan salah satu pemicu kenaikan berat badan. Saat mengonsumsi minuman dan makanan manis, otak cenderung ingin makan atau minum secara terus menerus, meski sebenarnya kalori yang dikonsumsi sudah banyak.

aqua-242-4

Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc [Hak Milik Foto: Ganlob.com]

Di sisi lain, Dr. Saptawati mengungkapkan makanan dan minuman manis bisa menyebabkan ketagihan. Hal inilah yang memunculkan keinginan untuk makan maupun minum yang manis-manis secara terus-menerus. Efek buruknya, selain bisa meningkatkan kadar gula darah yang bisa memicu rasa lapar, juga sangat berisiko bagi para penderita diabetes mellitus. Maka dari itu, Dr. Saptawati menganjurkan untuk mengutamakan berbuka dengan segelas air putih. Baru dilanjutkan dengan makan buah manis seperti kurma, sebagai pengganti karbohidrat dalam tubuh yang sudah menurun usai berpuasa seharian.

Sebagai zat gizi, air mempunyai fungsi yang penting bagi tubuh manusia. Pertama, air berperan dalam pembentukan sel dan penopang cairan tubuh. Kemudian, air juga memiliki peran yang penting sebagai pengatur suhu tubuh, pelarut dan juga pelumas. Peran vital lainnya dari air adalah media transportasi. Tanpa air, beragam nutrisi penting dalam tubuh tidak bisa disalurkan secara optimal lewat aliran darah. Dan, fungsinya yang terakhir adalah pengangkut zat-zat sisa metabolisme dan racun yang bisa jadi sangat membahayakan bila tidak segera dikeluarkan dari dalam tubuh.

Supaya kebutuhan cairan dalam tubuh dapat terpenuhi dengan baik selama berpuasa, AQUA menganjurkan konsep 2+4+2 – yang juga sempat diulas oleh Dr. Saptawati Bardosono dalam talkshow yang bertajuk ‘Puasa Sehat dengan Pola Minum Air Putih 2+4+2 bersama AQUA’ di Jakarta. Konsep ini menjelaskan bila kebutuhan minum teratur dengan cukup setiap jam dapat diganti dengan komposisi minum air putih 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam dan 2 gelas saat sahur.

aqua-242-2

Media Briefing Ramadhan #AQUA242 bersama dr. Pradono Handojo, MHA (kiri), Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc dan Ferdi Hasan [Hak Milik Foto: Ganlob.com]

Dua gelas saat berbuka bisa diaplikasikan dengan meminum 1 gelas air putih saat kali pertama berbuka, kemudian 1 gelas lagi bisa dilakukan usai menyantap hidangan berbuka. Sementara untuk konsep 4 gelas saat malam, bisa diterapkan saat malam hari hingga menjelang tidur. Tidak harus 4 gelas sekaligus dalam sekali minum. Komposisinya dapat dibagi seperti 1 gelas air putih sebelum makan sajian utama usai salat Tarawih, 2 gelas sehabis makan dan 1 gelas sisanya diminum sesaat sebelum tidur. Sedangkan, konsep 2 gelas saat sahur, dapat dilakukan dengan membagi komposisinya 1 gelas sebelum makan dan 1 gelas lagi sesudahnya. Dengan konsep ini, pemenuhan kebutuhan air 2 Liter atau 8 gelas per hari bagi orang dewasa, dapat terpenuhi secara tepat meski sedang berpuasa.

aqua pamflet 1

Konsep minum air putih selama berpuasa dengan #AQUA242

Selain bisa membuat tubuh tetap sehat selama berpuasa, konsumsi air putih yang cukup juga dapat meminimalkan konsumsi minuman manis. Walhasil, kadar gula dalam tubuh tetap stabil dan tidak memicu rasa lapar yang berlebihan saat berbuka. Nah, selain air, Dr. Saptawati juga menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat dan protein. Zat gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena selama puasa mengalami penurunan kadar yang pesat. Hindari pula makanan berlemak seperti fast food atau junk food saat berbuka, karena menurut Dr. Saptawati kurang dibutuhkan bagi tubuh usai berpuasa. Tidak lupa untuk memperhatikan jumlah atau porsi hidangan. Karena Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) tersebut, menegaskan konsumsi berlebihan saat berbuka maupun sahur, hanya akan membuat berat badan melejit, walaupun sedang berpuasa.

Sudah mengerti kan, alasan kenapa tubuh bisa menjadi gemuk setelah berpuasa? Yuk, jauhi pantangannya dan segera aplikasikan kiat sehatnya. Satu lagi, jangan sampai lupa minum air putih dan konsep 2+4+2 dari AQUA ya. Semoga puasa kita bisa lancar dan penuh tanpa ada halangan. Selamat Berpuasa!

Referensi:

Info Nutrisi dan Kesehatan

Puasa Malah Tambah Gemuk? Mungkin Ini Sebabnya

Puasa Cegah Otak Jadi ‘Lemot’

Healthy Living isn’t Hard!

minum air putih

Rutin Minum Air Putih Dapat Mendukung Hidup Sehat

Hidup Sehat itu Mahal! Hidup Sehat itu Sulit! Hidup Sehat itu Ribet! Hallah… kalau gitu terus, kapan sehatnya?

Nggak bisa dipungkiri, cikal bakal saya sadar akan gaya hidup sehat bermula setelah saya belajar ilmu gizi di bangku kuliah. Mulanya apa yang saya pikir nggak jauh beda dengan apa yang mungkin orang pikirkan tentang gaya hidup sehat. Mahal, sulit dan yang pasti ribet. Pelan-pelan saya mengerti, bahwa kapanpun kita bisa mulai menjalani hidup sehat. Bahkan, untuk takaran anak kosan yang notabene maniak mi instan, bisa kok menjalani hidup sehat. Buktinya? Sudah saya coba sendiri. 🙂

Selain mengenal ilmu gizi, motivasi awal saya menjalani hidup sehat bisa dibilang begitu sederhana. Saya termasuk orang yang ogah sakit, apalagi sampai menginap berlama-lama di rumah sakit. Ogaaah benget pokoknya! Urusan keluarin duit, saya memang cukup pelit bagi-bagi duit ke dokter. Bagi saya, masih banyak hal lain yang bisa saya beli selain permen warna-warna yang rasanya pahit itu. Hiiiii!

Karena alasan itulah saya mulai memutuskan untuk benar-benar menjalani hidup sehat semurah mungkin. Maklum, anak kosan gitu! Semangat untuk menjalani hidup sehat kian membara saat saya PKL di instalasi gizi salah satu rumah sakit utama di Kota Malang, RSUD Saiful Anwar. Waktu itu, saya ditugaskan meramu menu diet khusus untuk pasien penyakit gula. Agar menu yang saya rancang nantinya bisa tetap membuat pasien berselera, saya putuskan untuk menanyakan langsung jenis-jenis makanan yang jadi favoritnya.

Gule otak, sate kambing, jeroan, bebek bakar, serta nggak suka makan sayur dan buah, kecuali durian, sejak kecil. Minumnya juga suka yang bersoda, soft drink dan hanya mau minum jus asal rasanya manis banget. Whaaaaat?! Pantes deh kalau kena diabetes! Tiba waktunya sakit baru menyesal dan mau nggak mau harus makan makanan rumah sakit – yang rasanya ngeflat abis. Hmm! Daripada saya harus mengalami hal serupa, mumpung masih muda juga, saya putuskan deh memulai hidup sehat.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk menjalani hidup sehat?

Sebelum jauh membayangkan tentang makanan enak dan bergizi apa saja yang bisa menunjang hidup sehat, konsep hidup sehat sendiri juga mesti kita pahami terlebih dulu. Yupz! Hidup sehat bukan hanya soal makan, lho! Ada beberapa poin hidup sehat yang perlu dijalankan secara bersamaan dan saya biasa menyebutnya sebagai ‘Paket Hidup Sehat’.

Makan Makanan Bergizi

Makanan bergizi lho, ya, bukan makanan mahal! Sebagai anak kosan, jujur saja saya nggak kuat kalau harus beli roti gandum, keju mozarella, cheddar, parmesan, kiwi, anggur, daging kalkun, sayuran organik dan daging rendah lemak saban hari. Apalagi, ikan salmon – yang seiris saja harganya bikin kantong langsung jebol. Imbasnya, bisa puasa dadakan, sebulan penuh lagi! Soal makanan, yang paling penting bagi saya memenuhi standar ‘empat sehat lima sempurna’.

Karbohidrat bisa pakai nasi putih, tapi porsinya cukup satu sendok (nasi) saja. Lauk-pauk saya pilih tempe, tahu, telur ceplok, ayam dan ikan lele – yang gizinya nggak kalah ciamik dengan salmon. Nah, yang nggak pernah ketinggalan adalah sayur. Sebisa mungkin harus ada sayur dalam setiap sajian, entah sup ayam, bayam, cah kangkung maupun sayuran kukus seperti pecel. Bila tidak ada, akan saya ganti dengan jus buah tanpa gula. Sebagai penyempurna, saya sempatkan minum susu, minimal sehari sekali. Kadang juga saya combine dengan susu kedelai agar nggak mudah bosan – walau sebenarnya karena faktor harga yang lebih murah. Duh, dasar anak kosan!

Agar sistem tubuh atau yang biasa disebut metabolisme itu, bisa berjalan lancar, saya berusaha nggak pernah telat makan. Memulai sarapan sebelum jam 9 pagi, makan siang sekitar jam 1 dan makan malam sekitar jam 7 malam. Awalnya akan merasa nggak biasa, karena perut kadang masih terasa kenyang. Tapi, dengan makan yang terjadwal secara teratur, saya menjadi tetap semangat beraktivitas karena nggak sampai kekurangan energi. Dari segi kesehatan, tubuh juga sehat karena asupan nutrisinya terpenuhi (secara teratur) setiap hari.

Jangan Lupa Ngemil

Di sela-sela jam makan utama, saya nggak lupa ngemil. Meski hanya makanan ringan, ngemil mempunyai fungsi yang baik untuk menjaga energi tubuh tetap tersuplai, namun nggak sampai mengganggu selera makan karena kekenyangan – asal ngemilnya bukan gorengan atau bakso. Kalau saya memilih buah, seperti apel dan jeruk yang saya beli di pasar. Saya makan satu buah per hari pada jam 10 pagi – karena sarapan saya jam 7 pagi, pasti sudah lapar lah! Kadang saya juga beli buah-buahan kupas yang ada dipinggir jalan, seperti pepaya, melon, semangka dan bengkuang atau sekalian rujak manis yang harganya relatif terjangkau bagi anak kosan. Jam ngemil kedua sekitar jam 4 sore. Biasanya kalau bukan buah saya lebih memakan biskuit kelapa dan teh hangat. Sementara kalau hujan-hujan, angsle dan ronde yang lewat depan kosan jadi pilihan.

Minum Air Putih

Ke manapun saya pergi, tumbler atau botol minum nggak lupa saya bawa. Tujuannya sih agar nggak beli minuman aneh-aneh saat haus. Dalam sehari saya meminum air putih sebanyak 8 gelas atau kalau pakai tumbler ukuran 750 mL sebanyak 3 botol per hari. Air putih sangat baik untuk mencegah dehidrasi dalam tubuh. Selain itu, air putih juga akan membuat metabolisme tubuh tetap berjalan normal, sehingga saya bisa tetap beraktifitas maupun fokus bekerja. Sesekali saya masukkan potongan jeruk nipis agar terasa lebih segar dan nggak membosankan, mirip infused water gitu.

Olahraga Rutin

Nah, poin ini kadang agak terabaikan selama menjalani hidup sehat. Sebagian orang beranggapan diet dari makanan tertentu sudah cukup menjadikan tubuh lebih sehat. Padahal, sebenarnya tubuh masih membutuhkan olahraga untuk proses pembakaran kalori selama metabolisme berlangsung. Nutrisi dari setiap makanan yang termakan juga akan terserap lebih maksimal bila proses hidup sehat diimbangi dengan olahraga.

Selain membakar kalori, olahraga juga bisa membantu membakar lemak menjadi energi yang optimal, sehingga apa yang kita makan benar-benar terasa manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari. Karena seharian saya aktif bekerja, maka pagi setelah subuh selalu saya sempatkan untuk joging rutin. Habis itu, melakukan workout ringan, sit-up, push-up dan senam jantung, barulah mandi pagi, sarapan, berangkat deh. Kalau hari libur baru saya variasikan dengan hiking, trekking dan main sepeda – olahraga nggak hanya ngegym lho!

Tidur Cukup

Setelah seharian beraktivitas tentunya badan terasa begitu lelah dan butuh beristirahat. Urusan tidur, saya termasuk orang yang nggak mau berkompromi. Nggak heran bila saya sering disebut anti-sosial, karena menolak ajakan kawan-kawan untuk begadang. Hahaha! Saya sih mau-mau aja begadang, asal yang dibahas jelas. kalau sebatas hangout, paling saya batasi sampai jam 9 malam. Lagian, tidur yang cukup dibutuhkan untuk memulihkan kembali stamina tubuh dan daya pikir otak, agar bisa segar kembali dan siap bekerja di pagi hari. Delapan jam adalah waktu spesial yang saya alokasikan khusus untuk tidur di malam hari. Enyaaak!

Jauhi Stres

Boleh dikatakan poin pelengkap, tapi vital bila nggak mampu diaplikasikan. Stres memang nggak bisa dihindari, apalagi bila sudah bekerja. Namun, kita memiliki hak untuk menolaknya, bukan? Beruntungnya, sejak kecil saya diciptakan sebagai orang yang gemar tertawa. Hahaha! Jadinya ya santai-santai aja menghadapi setiap masalah. Tapi, saya juga punya tips khusus agar bisa hidup berbahagia setiap hari. Pertama, serius boleh tapi jangan sampai kelewatan, santai tapi pasti itu lebih efektif lho. Kedua, jangan bawa pekerjaan ke rumah atau kosan, selesaikan dan nikmati waktu luang untuk berkumpul dan bercanda tawa dengan teman. Ketiga, pilihlah acara, film atau tayangan komedi agar bisa mengusir penat dengan tertawa (sendiri). Keempat, jika ada kesempatan jalan-jalan, lakukan, agar bisa mencuci otak, eh, membuat pikiran segar kembali dan memancing ide-ide kreatif dalam berkarya. Keempat, makan es krim cokelat, itulah yang saya lakukan saat sedang penat, tapi hanya sebungkus aja ya, sebungkus! 🙂

Bila dikalkulasikan, secara finansial, gaya hidup sehat yang saya lakukan sebenarnya nggak begitu sulit dijalankan oleh anak kosan. Bahkan, dengan biaya hidup yang relatif sama dengan anak kosan pada umumnya (atau bahkan lebih kecil), saya tetap bisa memprioritaskan kesehatan tanpa perlu bolak-balik berkunjung ke rumah sakit. Hebatnya lagi, tanpa saya sadari, pola hidup sehat yang sudah saya prakarsai sejak masa kuliah, bertahan hingga saya masuk dunia kerja.

Hasilnya, saat benar-benar dihadapkan dengan aktivitas yang berat, padat dan seharian duduk di kantor, saya tetap bisa menikmatinya dengan tubuh yang prima. Apalagi alasannya, kalau bukan karena sudah terlatih dan tersertifikasi. Hihihihi!

Kuncinya, saya hanya berusaha menjalani dengan sepenuh hati pada apa yang sudah saya pilih.

Menjalani hidup sehat dengan penuh kebahagiaan, karena saya yakin memiliki tubuh sehat itu menyenangkan. Mempertahankan hidup sehat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab karena saya nggak mau sakit dan ogah masuk rumah sakit. It’s so simple and very easy. So, jika saya bisa, kenapa Anda tidak?

Nutrifood #HealthAgent