Bakso Enak di Malang Malam Hari, Bakso Afdhol Blimbing Patut Dipilih, Murah Lagi


Bakso Enak di Malang Malam Hari, Bakso Afdhol Blimbing Bisa Dipilih, Murah Lagi
Bakso Enak di Malang Malam Hari, Bakso Afdhol Blimbing Bisa Dipilih, Murah Lagi

Bakso enak di Malang memang banyak saat siang hari, tapi kalau malam hari agaknya cukup sulit dicari. Apalagi kalau di atas jam 9 malam, yang ada sudah tutup semua.

Beruntungnya, ada teman yang kasih info, jika ada bakso enak di Malang yang bukanya justru malam hari. Namanya, Bakso Afdhol yang berlokasi di sekitar lampu merah depan bekas bangunan PDAM di Jalan A Yani, Blimbing, Kota Malang.

Gampangnya, kalau dari arah Jalan LA Sucipto atau lampu merah Jalan A Yani menuju arah Kota Malang, ada gerobak bakso kecil dan sederhana di kiri jalan dengan kain hijau tak lebar dengan tulisan “Bakso Afdhol”.

Posisinya sesudah warung jamu tradisional pojok ujung Jalan LA Sucipto, dan sebelum Ruko Bank Mandiri KCP Ahmad Yani, Blimbing Kota Malang.

Tempatnya benar-benar kecil, dan sederhana sekali. Jika tak jeli, memang bisa terlewat, padahal lokasinya tepat di samping jalan raya. Namun, di balik kesederhanaannya, Bakso Afdhol Blimbing ini enak sungguhan.

Rasa kuahnya tak berat, tapi kaldu sapinya betul-betul sedap. Baksonya ada kasar dan halus. Yang kasar isi campuran daging dan kikil. Tahu putihnya berisi adonan pentol yang kenyal. Sebagai pelengkap ada mie kuning, suun dan lontong untuk kenyangkan perut.

Tanpa tambahan saus dan kecap, cukup sambal saja Bakso Afdhol Blimbing ini menurut saya sudah cukup enak, juga nggak bikin enek. Paling penting kuahnya betul-betul segar karena dimasak mulai sore hari. Kuahnya sangat panas, jadi makin mantap dilahap.

Yang paling spesial, Bakso Afdhol Blimbing ini murah, betulan terjangkau, sehingga benar-benar cocok dijadikan jujukan makan bakso enak di Malang saat malam hari. Selamat mencoba!

Belut Enak di Malang Cak Midi Wajib Masuk Daftar Pilihan


Lalapan Belut Cak Midi Malang Tanpa Nasi © Iwan Tantomi
Lalapan Belut Cak Midi Malang Tanpa Nasi © Iwan Tantomi

“Belut enak di Malang di mana, ya?” Pertanyaan tersebut nyaris selalu tanyakan, setiap kali ingin makan belut goreng. Warung yang jual belut goreng memang banyak, tapi cukup sulit menemukan rasa belut goreng yang benar-benar pas.

Kadang ada yang belutnya besar kayak ular, sampai geli sendiri mau makan. Sekalinya ada yang ukuran kecil, belut sawah misalnya, harusnya enak, ternyata sambalnya biasa saja. Paling sering dapat belut goreng yang tepungnya tebal, keras, bergelimang minyak pula.

Itulah kenapa dari dulu saya nggak kunjung menulis belut enak di Malang yang betul-betul pas untuk direkomendasikan. Meski rasa memang subjektif, tapi saya percaya ada rasa ‘enak’ yang kadang membuat beberapa orang sepakat untuk mengakuinya.

Lalapan Belut Cak Midi Malang Bisa Dipesan Lewat GrabFood/GoFood
Lalapan Belut Cak Midi Malang Bisa Dipesan Lewat GrabFood/GoFood © Iwan Tantomi

Ketemulah Lalapan Belut Cak Midi. Ketemunya pun awalnya dari promo di GrabFood. Bermula dari coba-coba, saya akhirnya pesan. Di luar dugaan lalapan belut goreng plus nasi seharga Rp13k itu sanggup memenuhi ekspektasi saya.

Tampilan boleh biasa saja, tapi belut goreng di Lalapan Belut Cak Midi sangat renyah, bukan hanya adonan tepungnya yang gurih, tetapi daging belutnya juga terasa. Belutnya dibelah dan dipisahkan tulang kerasnya, sehingga hanya tersisa bagian dagingnya, nihil kepala.

Entah kenapa, rasa Lalapan Belut Cak Midi ini jadi enak saja gitu, nggak capai mengunyah, dan pas menjadi lauk pendamping nasi panas. Jadi, yang makan juga nggak cepat enek karena tepung goreng bergelimang minyak berlebihan, seperti belut-belut goreng yang pernah saya coba.

Lalapan Belut Cak Midi dengan Nasi © Iwan Tantomi
Lalapan Belut Cak Midi dengan Nasi © Iwan Tantomi

Makin mantap, Lalapan Belut Cak Midi ini menghadirkan sambal bawang yang cukup nendang pedasnya. Jika suka sambal yang cenderung manis, bisa pilih sambal bajak. Apabila pesan via GrabFood/GoFood bisa tulis di catatan untuk pilihan sambal yang diinginkan.

Nah, saat itu saya pesan beberapa porsi Lalapan Belut Cak Midi, dan beberapa teman di kantor bilang memang enak. Nggak puas di situ, hari berikutnya saya mengajak beberapa kawan untuk langsung datang ke Lalapan Belut Cak Midi yang beralamat di Jalan Cengger Ayam No 6, Lowokwaru, Kota Malang, yang menempati sebuah ruko.

Rupanya, selain belut, Lalapan Cak Midi juga menjual varian lauk goreng tepung lainnya, seperti udang, jamur, lele, mujair, tahu-tempe, usus, dan ampela hati. Ada juga beragam sayuran yang bisa dipilih. Malah lebih lengkap, daripada menu yang tersedia di GrabFood/GoFood.

Saya kembali memesan belut goreng. Menariknya, jika membeli langsung di warung Lalapan Belut Cak Midi, harga per porsi Rp10k, baik pakai nasi maupun belut saja. Bedanya hanya jumlah belutnya lebih banyak apabila membeli tanpa nasi.

Teman-teman yang penasaran rasanya, usai saya beritahu pun akhirnya turut memesan belut. Ada yang pakai nasi, ada pula yang memilih memesan belut goreng saja buat ngemil. Belum sempat saya bertanya, mereka sudah saling bersahutan bilang Lalapan Belut Cak Midi enak. Mereka juga sepakat sambalnya nikmat. Enaknya jika makan langsung di warung Lalapan Belut Cak Midi, sambalnya tersedia di meja, jadi bisa ambil sesuai selera.

Paling baru, salah satu teman saya yang juga hobi banget kulineran, bahkan sampai berulang kali dapat endorsement beragam produk makanan, juga bilang Lalapan Belut Cak Midi juga enak. Sepertinya, saya nggak berlebihan jika menyebut Lalapan Belut Cak Midi ini memang enak, sedari awal bukan?

Disclaimer: preferensi rasa enak secara detail setiap orang saya yakin berbeda, dan hal tersebut sukar digambarkan secara absolut, jadi saya hanya pilih kata ‘enak’ untuk mewakali pengakuan beberapa orang akan rasa asli dari makanan tersebut, biar lebih netral.

Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang


Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang
Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang © Iwan Tantomi

Kedaishi menjadi pilihan terakhir setelah bingung berkeliling Kota Malang, sekadar mencari makan malam. Udara yang panas, ditambah gerah selepas olahraga membuat saya ingin makan yang pedas-pedas.

Beruntungnya, Kedaishi masih buka. Selain Moshi-Moshi, Kedaishi jadi salah satu tempat makan yang pas buat makan ramen, utamanya udon.

Kali ini saya pilih makan Laksa Ramen dan Niku Udon di Kedaishi. Kebetulan keduanya best seller, tapi ini baru pertama kali saya coba Laksa Ramen, karena biasanya kalau bukan Tomyam Ramen, Tori Katsu Ramen.

Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang
Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang © Iwan Tantomi

Namun, kalau udon, saya selalu memilih Niku Udon, karena lebih segar tanpa tambahan rempah kuat. Cukup ditambah irisan rawit, sudah mantap rasa keduanya.

Dari sisi pelayanan, Kedaishi cukup cepat. Tak lebih 5 menit menanti, semua hidangan yang saya pesan sudah diantarkan ke meja.

Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang
Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang © Iwan Tantomi

Selagi masih panas, saya santap Niku Udon dulu yang lebih light rasanya. Baru kemudian, Laksa Ramen yang lebih kaya rempah saya lahap sampai tak tersisa.

Dari sisi harga, Kedaishi cukup terjangkau, jika dibandingkan Marugame Udon. Padahal citarasa udonnya boleh dibilang 11:12. Harganya mulai Rp28k per porsi ramen, sementara udon mulai Rp30k per porsi.

Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang
Kedaishi Pilihan Pas Makan Ramen dan Udon di Malang © Iwan Tantomi

Oiya, dari sisi interior, Kedaishi ini cukup artsy, tapi juga tak berlebihan. Pencahannya juga cukup terang, ditambah musik yang hanya instrumen sederhana dan cukup chills, jadi bisa menambah mood makan di Kedaishi.

Alamat: Jalan Pulosari, Gading Kasri, Kota Malang.

Jam buka: setiap hari dari jam 10 pagi sampai 10 malam.

SAMSARA Coffee Malang Tempat Nyaman Buat Gali Ide Segar


SAMSARA Coffee Malang Tempat Nyaman Buat Gali Ide Segar (c) Iwan Tantomi
SAMSARA Coffee Malang Tempat Nyaman Buat Gali Ide Segar (c) Iwan Tantomi

SAMSARA Coffee boleh dibilang buah dari kejenuhan saya mencari tempat ngopi yang nyaman buat bekerja saat siang dan sore hari. Mulanya saya mau ke Rahasia Coffee, tetapi pas tiba di lokasi ternyata tutup. Pilihan terdekat akhirnya menuju SAMSARA Coffee yang beralamat di Jalan Lokon No 3, Kota Malang.

Dari depan, SAMSARA Coffee tampak lengang, tetapi di sisi lain juga terlihat sangat nyaman. Masuk ke dalam, suasananya juga nggak begitu berisik. Banyak pilihan meja yang bisa dipilih.

Rata-rata pengunjungnya fokus mengetik di depan laptop. Bisa jadi SAMSARA Coffee memang cocok buat menggali ide, meeting maupun bekerja, sehingga difavoritkan para pekerja kreatif.

Dari sisi menu, cukup lengkap. Mulai beverages, seperti kopi dan smoothies, beragam camilan, hingga makanan berat. Saya pernah mencoba ayam cabai ijo-nya, rasanya ternyata enak, bukan sajian ala-ala layaknya kafe pada umumnya.

Sementara sore itu, saya memilih memesan donat tabur gula serbuk, plus ice latte sebagai mood booster untuk bekerja. Tanpa terasa, hampir sampai malam saya berada SAMSARA Coffee. Suasana yang nyaman dan makanan yang enak, rupanya membuat saya produktif bekerja.

Terlebih SAMSARA Coffee sedang ada promo makanan baru juga, dan ada potongan diskon sekitar 20%, sehingga saya bisa sekalian makan malam di sana. Menu yang saya pesan waktu itu Salted Egg Chicken Katsu.

Selain tempat yang nyaman, SAMSARA Coffee juga menyediakan WiFi yang super cepat. Nggak perlu khawatir pula soal stop contact alias colokan, karena cukup memadai di sekitar meja. Desain interior yang sangat artsy tetapi nggak norak, makin membuat SAMSARA Coffee tampak cantik dan classy.

SAMSARA Coffee Malang Tempat Nyaman Buat Gali Ide Segar (c) Iwan Tantomi
SAMSARA Coffee Malang Tempat Nyaman Buat Gali Ide Segar (c) Iwan Tantomi

Secara rate memang lumayan sih. Minuman coffee mulai Rp22k, non coffee, seperti ice lemon tea dan smoothies mulai Rp30k, camilan mulai Rp9k, menu utama mulai Rp30k. Namun, menurut saya cukup worth it, karena sebanding dengan rasa dan pelayanan yang diberikan.

Lebih-lebih buat kamu yang ingin mencari tempat bekerja nan nyaman, entah itu buat meeting, mengerjakan hal-hal kreatif, atau buat mengerjakan tugas, di mana harga nggak terlalu jadi masalah, cobalah datang ke SAMSARA Coffee Malang.

Note: tersedia musala buat Muslim, tinggal tanya ke pramusaji jika ingin salat, nanti bakal diantarkan.

10 Kuliner Legendaris Solo yang Masih Eksis, Biar Lawas Tetap Bikin Puas


10 Kuliner Legendaris Solo yang Masih Eksis, Biar Lawas Tetap Bikin Puas
Kuliner Legendaris Solo: Timlo yang masih eksis sampai sekarang © Iwan Tantomi

Solo atau Surakarta agaknya selalu spesial buat saya. Biar kecil, kota ini memiliki daya tarik istimewa bagi setiap pengunjungnya. Salah satunya adalah makanan lawas. Ada banyak sekali kuliner legendaris yang masih eksis di Solo.

Baca juga: Baru Pertama ke Solo? Tempat-Tempat Keren Ini Jangan Sampai Kamu Lewatkan!

Nggak sedikit yang berusia di atas 50 tahun. Namun, yang bikin saya kagum, penyajiannya masih nggak berubah dari tahun ke tahun. Bahkan demi mempertahankan rasa, penjualnya sengaja mewariskan resep secara turun temurun hanya dalam lingkup keluarga. Berikut 10 legendaris Solo yang berhasil saya coba, bisa jadi kamu perlu mencobanya pula saat jalan-jalan ke Surakarta. Ingat baik-baik, ya.

1. Kuliner Legendaris Solo: Brambang Asem

Kuliner Legendaris Solo: Brambang Asem
Kuliner Legendaris Solo: Brambang Asem © Iwan Tantomi

Kesegaran daun ubi jalar dan kangkung bercampur dengan rasa pedas-manis-asam bumbu sambal brambang, sejenak tak ada yang menyangka jika kuliner tradisional dan langka ini sudah berusia 20 tahun lamanya di Pasar Gedhe.

Brambang Asem jadi kudapan favorit yang nikmat disantap antara jam sarapan dan makan siang. Kenikmatan sambal brambang, yang diramu dari cabai rawit, gula jawa, asam jawa, daun jeruk, terasi dan bawang merah (brambang), kian terasa saat menyantap Brambang Asem dengan tempe gembus yang dibuat dari ampas tahu.

Dengan harga sepincuk daun pisang tak lebih dari Rp5ribu, burulah Brambang Asem ini di Pasar Gedhe saat pagi hari, sebelum lanjut menjelajahi Surakarta.

2. Kuliner Legendaris Solo: Lenjongan

Kuliner Legendaris Solo Lenjongan
Kuliner Legendaris Solo: Lenjongan © Iwan Tantomi

Parutan kelapa yang lembut berpadu dengan manisnya gula aren, terasa nikmat di lidah saat menyantap satu per satu isi lenjongan. Jajanan zadul, yang seporsi berisikan tiwul, ketang ireng, ketan hitam, gethuk, sawut, cenil dan klepon ini disajikan dalam bungkus kecil daun pisang. Bahan-bahannya yang masih alami, membuat lenjongan selalu setia dinikmati.

Masuklah ke dalam Pasar Gedhe, lenjongan legendaris yang nyaris berusia 30 tahun, masih eksis dijual di sana. Cobalah satu per satu jajannya, apalagi jika sudah lama tak pernah mencobanya. Kamu bakal dibikin kaget dengan kelezatan di balik kesederhanaannya, terlebih setelah tahu harganya tak lebih dari Rp5 ribu di Solo.

3. Kuliner Legendaris Solo: Dawet Telasih

Kuliner Legendaris Solo Dawet Telasih
Kuliner Legendaris Solo: Dawet Telasih © Iwan Tantomi

Pasar Gedhe itu ibarat surga di Solo. Berbagai makanan legendaris seakan terlestarikan dengan baik di dalam sana, tak terkecuali dawet telasih. Disajikan dalam mangkuk kecil, dawet yang berusia sekitar tiga dekade ini begitu ramai diantre di Pasar Gedhe.

Selain karena rasanya yang tak berubah, dan dijual secara turun-temurun hanya di satu tempat, kelembutan rasa dawet, ketan hitam, juga bisa telasih yang berpadu dengan kesegaran kuah santan seolah langsung meluncur ke tenggorokan saat kali pertamadi telan.

Es Dawet Telasih Bu Dermi menjadi satu-satunya sajian es dawet telasih legendaris hingga tiga generasi di Pasar Gedhe yang patut dicoba.

4. Kuliner Legendaris Solo: Tengkleng Kambing

Kuliner Legendaris Solo: Tengkleng Kambing
Kuliner Legendaris Solo: Tengkleng Kambing © Iwan Tantomi

Tak lengkap rasanya wisata kuliner di Solo, sebelum mencoba kelezatan tengkleng kambing. Rasa bumbunya yang kaya akan rempah-rempah, membuat siapapun bakal tak cukup kalau hanya mencoba sepincuk saja. Apalagi kalau sudah disajikan dengan nasi panas.

Dengan cabai rawit rebus yang bisa langsung digigit, suapan daging tengkleng yang lembut bakal membuat berulang kali menelan ludah jika hanya sekadar melihatnya. Salah satu tengkleng legendaris yang patut di coba adalah Warung Tengkleng Bu Edi dekat Pasar Klewer, Solo.

5. Kuliner Legendaris Solo: Timlo

Kuliner Legendaris Solo: Timlo
Kuliner Legendaris Solo: Timlo © Iwan Tantomi

Kuah kaldu beningnya yang gurih, menjadikan timlo cocok dinikmati sebagai sajian sarapan berkuah. Dengan nasi panas, ragam jeroan ayam, sosis solo, suwiran ayam, telur hingga pindang, begitu sedap dilahap.

Semakin mantap, jika ditambahkan sambal cabai segar yang disediakan. Tak jauh dari Pasar Gedhe, datanglah ke Timlo Sastro. Kuliner khas Solo nan legendaris ini tak pernah berubah rasanya sejak 1952 di warung tersebut.

6. Kuliner Legendaris Solo: Bakmi Thoprak

Kuliner Legendaris Solo: Bakmi Thoprak
Kuliner Legendaris Solo: Bakmi Thoprak © Iwan Tantomi

Pastikan perut benar-benar kosong sebelum menyantap bakmi thoprak. Porsinya yang besar bakal membuat perutmu kenyang dengan bihun, mie kuning, irisan daging sapi, cakwe, tahu, tempe, kubis, taoge, kacang goreng, juga yang tak terlewat sosis solo.

Rasa kaldu pada kuah beningnya tidak sekuat timlo, sehingga tak akan membuat eneg meski porsinya jumbo. Rasa bakmi thoprak ini pun semakin segar dan menggugah selera setelah ditambahkan perasan jeruk nipis dan potongan cabai rawit.

Bakmi Thoprak Yu Nani jadi salah satu bakmi thoprak legendaris yang patut dicoba saat main ke Solo.

7. Kuliner Legendaris Solo: Cabuk Rambak

Kuliner Legendaris Solo: Cabuk Rambak
Kuliner Legendaris Solo: Cabuk Rambak © Iwan Tantomi

Namanya tampak unik, tetapi saat menikmati irisan ketupat bercampur sambal wijen, kamu bakal terkesiap dengan kelezatannya. Cabuk rambak memang memiliki keunikan pada bumbunya. Walau sekilas mirip seperti saus kacang, nyatanya sambal wijen ini diramu dari wijen, kemiri dan kelapa parut yang disangrai lebih dulu.

Tambahan karak atau kerupuk beras yang renyah kian menyempurnakan rasa dari kudapan khas Solo ini. Meski makanan zadul dan langka, tetapi cabuk rambak masih bisa ditemukan secara mudah di Pasar Gedhe.

8. Kuliner Legendaris Solo: Sego Liwet

Kuliner Legendaris Solo: Sego Liwet
Kuliner Legendaris Solo: Sego Liwet © Iwan Tantomi

Sego atau nasi liwet ini begitu sederhana penyajiannya dengan pincuk kecil daun pisang. Namun, saat mulai memakannya pada suapan pertama, kamu akan menjumpai rasa gurih dari nasi yang bercampur dengan suwiran ayam kampung rebus, sayur labu, juga telur pindang.

Tambahan areh yang begitu khas, membuat rasa nasi liwet begitu pas di lidah. Tak sulit menemukan sego liwet di Solo. Namun, kalau ingin yang mantap, cobalah nasi liwet Bu Sri yang ada di pojokan luar Pasar Gedhe.

Resep legendaris yang diwariskan secara turun temurun, membuat sego liwet ini begitu tersohor walau dijual di meja dan kursi plastik sederhana.

9. Kuliner Legendaris Solo: Tahu Kupat

Kuliner Legendaris Solo: Tahu Kupat © Iwan Tantomi
Kuliner Legendaris Solo: Tahu Kupat © Iwan Tantomi

Sajiannya yang tak terlalu berat, membuat tahu kupat solo, nikmat disantap sebagai sajian makan siang atau sore hari. Manis gurih bumbu kacang ditambah kelembutan tahu goreng dan kupat, membaur jadi satu rasa sedap saat dilumat bersamaan.

Kehadiran mie kuning kian memperkaya citarasa dari tahu kupat ini. Lebih-lebih jika ditambahkan ulekan rawit, rasa pedas tahu kupat kian mantap dengan gurih kerupuk sebagai pelengkapnya.

10. Kuliner Legendaris Solo: Gempol Pleret

Kuliner Legendaris Solo: Gempol Pleret © Iwan Tantomi

Gempol pleret nikmat disantap dalam kondisi dingin. Teksturnya yang unik saat dikunyah, membaur dengan rasa manis santan bercampur dengan gula jawa.

Tambahan dawet dan cendol membuat, rasa gempol pleret semakin kaya. Menariknya, tak semua orang bisa membuat gempol pleret, inilah kenapa saat ke Solo kamu perlu mencoba jajanan khas dan langka ini. Citarasanya yang tak biasa, bakal meninggalkan kesan tersendiri kala liburan ke Solo.

Dari 10 kuliner legendaris Solo tersebut adakah yang pernah kamu coba? Atau, kamu punya rekomendasi lainnya? Jangan ragu membagikan ragam kuliner legendaris Solo lainnya di kolom komentar ya. Selamat berlibur dan mencicipi langsung lezatnya kuliner legendaris Solo!