10 Destinasi City Tour di Malang Raya

Malang Raya yang terhimpun dari tiga daerah, yaitu Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, memiliki tempat-tempat unik yang selalu menarik untuk dikunjungi. Hal ini tentunya bisa menjadi ide menarik buat teman-teman yang ingin berlibur di Malang Raya, tetapi tak punya banyak waktu. Berikut ini 10 destinasi di Malang Raya yang bisa dijadikan rangkaian city tour.

Pulau Sempu: Plesir ke Phuket-nya Malang

Pulau-Sempu

Beningnya air di Segara Anakan Pulau Sempu [Hak Milik Foto: Aneka Wisata]

Pulau Sempu dapat dipilih pertama kali karena jujukan yang pas untuk mendapatkan udara segar sekaligus pemandangan yang nggak biasa. Pulau Sempu terletak di Kabupaten Malang atau lazim dikenal sebagai Malang Selatan. Aksesnya bisa ditempuh dari Pantai Sendang Biru yang ada di Desa Tambakrejo, kemudian berpindah menaiki perahu menyeberangi ‘lautan pendek’ pemisah daratan utama dengan Pulau Sempu-nya sendiri. Jaraknya kurang lebih sekitar 2 km.

Atraksi terbaik yang disuguhkan saat traveling ke sana adalah pemandangan pulau karang dengan tumbuhan lebat seperti yang ada di Raja Ampat. Sementara, daya tarik utama Pulau Sempu tak lain ‘surga tersembunyi’ di tengah pulau yang dikenal sebagai Segara Anakan. Untuk menempuhnya tentu saja perlu trekking. Namun, rasa lelah bisa terbayarkan dengan panorama indah berpadu air danau yang bening. Sampai-sampai bisa melihat dengan jelas dasar danaunya. Nggak heran bila beberapa orang menyebutnya sebagai Phuket-nya Malang. Wuih!

Toko Oen, Es Krim Legendaris dan Landmark Malang Tempo Doeloe

tumblr_m6qdlm1IRD1qmqehko1_1280

Landmark Malang Tempo Doeloe [Hak Milik Foto: Media 25]

Puas menghabiskan separuh hari di Pantai Sempu, enaknya kembali ke Kota Malang. Melangkahkan kaki ke Alun-Alun Kota Malang yang begitu eksotis dengan pemandangan merpatinya yang beterbangan. Biar traveling makin ‘adem’, jangan lupa beribadat di Masjid Agung Kota Malang atau mampir di Gereja Katedral bergaya kolonial. Keduanya termasuk deretan bangunan kuno yang masih asri di kompleks Malang Tempo Doeloe (baca: dulu). Bahkan, sebagian besar masih aktif digunakan sebagaimana fungsinya sejak kali pertama dibangun.

oen

Salah satu sudut Toko Oen Malang [Hak Milik Foto: Indo Discovery Travel]

Termasuk yang masih bertahan, bahkan masih beroperasi sejak pertama kali didirikan, Toko Oen (baca: Un) di Jalan Basuki Rahmat. Di dalam bangunan tuanya yang masih berdiri kokoh, Toko Oen cukup terkenal dengan es krimnya yang melegenda. Dinginnya es krim yang begitu lumer di mulut, menjadi pendamping yang pas sembari menikmati landmark ‘Malang Tempo Doeloe’ di siang hari. Yumm! Bakal nyesel pokoknya kalau nggak mampir. 😀

Gerbong Maut Museum Brawijaya

ijen

Gereja Ijen, salah satu landmark Ijen Boulevard Malang [Hak Milik Foto: Indo Discovery Travel]

Usai bersantai sejenak sambil menyantap es krim di Toko Oen, city tour paling enak dilanjutkan ke Ijen Boulevard – yang merupakan cikal bakal munculnya julukan Paris of the East Java untuk Kota Malang. Di jalan besar yang bertabur taman indah ini, terdapat salah satu museum kemerdekaan terlengkap di Indonesia. Tepatnya, Museum Brawijaya. Banyak sekali koleksi perang yang bisa dilihat. Mulai dari foto, lukisan, senjata, tempat tidur Panglima Jenderal Sudirman, meja dan kursi yang digunakan dalam Perundingan Meja Bundar, hingga peralatan tempur di masa perang. Semuanya masih tampak terawat dengan baik.

gerbong maut

Gerbong maut di Museum Brawijaya [Hak Milik Foto: the Jakarta Post]

Meski begitu, daya tarik Museum Brawijaya justru karena koleksi Gerbong Maut yang ada di halaman belakang. Menurut sejarah, di masa penjajahan, gerbong ini pernah mengangkut para pejuang yang ditawan Belanda untuk dipindahkan dari Bondowoso ke Madiun. Tragisnya, gerbong barang yang sempit dan tak berventilasi ini diisi sekitar 100 orang tawanan. Alhasil, saat tiba di Stasiun Semut Surabaya hanya 12 orang yang bertahan hidup. Sisanya mati lemas karena kondisi yang berdesakan, kepanasan dan kehabisan napas sebelum sampai di tahanan Madiun. Sejak saat itulah, gerbong kereta ini disebut sebagai Gerbong Maut.

Alun-Alun Tugu, Kolam Teratai dan Patung Singa Raksasa

malang-from-above_2

Landmark Kota Malang, Alun-Alun Tugu, Tugu Malang dan juga Balaikota Malang [Hak Milik Foto: Barry Kusuma]

Selain Alun-Alun yang berada di depan Masjid Agung, kota Malang sebenarnya masih memiliki landmark alun-alun lagi yang berada tepat di depan Balaikota Malang. Tempat indah dengan kolam teratai raksasa ini dikenal sebagai Alun-Alun Tugu. Tepat di tengahnya bisa dilihat Tugu Malang yang merupakan ikon utama kota Malang. Di malam hari, di sekitar kolam akan keluar asap ‘dingin’ buatan dengan pancaran lampu sorot warna-warni, sehingga benar-benar menjadi atraksi spektakuler berlatarkan bangunan lawas Balaikota Malang.

Saat bunga teratai bermekaran, seketika Alun-Alun Tugu berubah  berwarna pink. Karena keindahan tamannya inilah, alun-alun yang berdekatan dengan Stasiun Kota Malang ini, banyak menjadi jujukan warga Malang sebatas mengusuir penat dan kejenuhan. Beberapa meter melangkahkan kaki ke arah stasiun, dapat ditemukan sentra kuliner khas daerah Malang. Lebih tepatnya di kompleks Taman Trunojoyo. Di sana, ada 3 patung Singa raksasa lho – yang menjadi maskot Aremania idola Arek Malang.

Sentra Batik Celaket dan Bakpia Mangkok

Pia-Mangkok-malang

Bakpia Mangkok khas Malang [Hak Milik Foto: Wisata Indonesia]

Puas menikmati pemandangan di sekitar alun-alun tugu dan icip-icip kuliner di Taman Trunojoyo. Destinasi menarik lainnya yang bisa dikunjungi di Kota Malang adalah sentra Batik Celaket yang berada di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto. Batik Celaket merupakan salah satu Batik khas Malang yang cukup populer, sehingga amat disayangkan bila mencari oleh-oleh khas Malang namun melupakan Batik Celaket yang nggak kalah indah dengan Batik Solo maupun Madura.

Pia Mangkok

Bakpia Mangkok khas Malang [Hak Milik Foto: Pia Mangkok]

Berbicara tentang oleh-oleh khas Malang, Bakpia Mangkok termasuk salah satunya. Jika Yogyakarta punya Bakpia Pathok, maka Malang memiliki Bakpia Mangkok yang begitu melegenda. Ciri khas dari Bakpia Mangkok adalah kulitnya yang kering dan renyah, namun akan berasa lembut saat digigit bagian isinya. Soal rasa, pelanggan bisa memilih dari yang berasa cokelat, kopi, durian, keju dan kacang hijau. Bakpia Mangkok dapat diperoleh dari toko aslinya yang berada di Jalan Semeru dan Soekarno-Hatta. Bila ingin berkunjung ke tempat pembuatannya, Villa Tidar Indah 5 Malang adalah lokasinya.

Wisata Museum Modern Berkelas Dunia

museum satwa

Museum Satwa Batu [Hak Milik Foto: Wisata Jawa]

Dari pusat Kota Malang, city tour enaknya dilanjutkan ke arah barat menuju Kota Batu. Kota yang berjuluk De Klein Switzerland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa ini sudah menjelma menjadi kota wisata paling tersohor baik skala Jawa Timur maupun Indonesia. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Panderman, serta diapit oleh beberapa gunung besar seperti Arjuno dan Welirang, membuat Batu selalu sejuk untuk dikunjungi.

Museum-Angkut

Museum Angkut Batu [Hak Milik Foto: Aneka Tempat Wisata]

Beberapa tempat yang wajib dikunjungi saat traveling ke Kota Apel ini tentu saja beragam Museum Modern-nya yang berkelas dunia. Saking berkelasnya, bisa jadi satu-satunya di Indonesia. Ada Museum Satwa yang menyajikan beragam diorama berisi replika hewan yang telah punah maupun yang masih hidup di seluruh dunia, hingga beragam fosil dinosaurus dan hewan purba yang serba raksasa. Ada pula Museum Angkut yang nggak kalah menarik dan spektakuler. Bukan saja menyajikan beragam alat transportasi dari penjuru Bumi, penataan museum yang apik seakan membuat kita benar-benar menjelajah dari satu benua ke benua lain dalam waktu tak lebih dari 3 jam. Mirip studio Hollywood deh!

museum-bagong-batu

The Bagong Adventure atau Museum Tubuh Batu [Hak Milik Foto: Malang Online]

Nah, yang terbaru ada Museum Tubuh atau The Bagong Adventure yang masih termasuk museum tubuh terbesar di Asia. Seperti namanya, saat masuk ke dalam museum benar-benar berasa dalam tubuh. Nggak hanya bentuknya yang nyata, masing-masing organ juga ada suaranya. Hebatnya lagi, di sana juga bisa melihat cadaver lho. Itu tuh spesimen mayat manusia yang biasa dipakai untuk praktikum mahasiswa kedokteran. Hiiii! Dijamin bisa membuat city tour lebih ‘dagdigdugder’.

Batu Secret Zoo

gedung-bsz-home

Batu Secret Zoo [Hak Milik Foto: Sidomi]

Tampaknya yang modern-modern memang begitu mudah dijumpai di Kota Batu. Nggak kalah dengan museum modern yang begitu menarik dan edukatif, Kota Apel ini juga memiliki salah satu kebun binatang terbaik di dunia. Apalagi kalau bukan Batu Secret Zoo. Berbeda dengan kebun binatang kebanyakan di Indonesia, Batu Secret Zoo hadir dengan konsep yang lebih bersih, nyaman dan bisa terintegrasi dengan semua kandang hewan, hanya dengan mengikuti rute jalan yang sudah disediakan. Hewan di sana juga tampak sehat dan terurus dengan baik. Uniknya lagi, masing-masing hewan dikandangkan di tempat yang dibikin semirip mungkin dengan habitatnya, sehingga mereka bisa begitu kerasan di sana. Batu Secret Zoo berada di kompleks Jatim Park 2 bersama-sama dengan Museum Satwa.

Coban Rondo dan Labirin Hidup

coban-rondo

Coban Rondo [Hak Milik Foto: Malang Online]

Dari ingar-bingar kemodernan Kota Batu, bergeser sedikit ke arah barat. Lebih tepatnya ke arah Pujon, Kabupaten Malang. Di sana bisa menikmati sejuknya udara pegunungan sambil melihat indahnya Coban Rondo. Gemuruh suara air terjun yang berpadu pemandangan hijau di sekitarnya benar-benar menjadi pilihan yang pas bagi traveler yang merindukan ketenangan. Di jalur yang sama menuju Cuban Rondo, ada wahana jelajah labirin. Bentuk labirin yang super tinggi, luas serta dengan rute yang rumit membuat tantangan tersendiri yang sayang untuk nggak dicoba. Oleh karena labirin ini terbuat dari tanaman teh-tehan (Acalypha siamensis), masyarakat sekitar menyebutnya sebagai labirin hidup.

Paralayang dan Omah Kayu

paralayang-kota-batu

Paragliding Batu [Hak Milik Foto: Enny’s Rent Car]

Merasa ‘pengalaman tersesat di labirin hidup’ belum menguji adrenalin? Tenang, masih ada jujukan wisata alam yang nggak kalah asyik untuk disinggahi. Balik lagi ke arah Batu menuju daerah Songgoriti. Dari sana kita akan di antar ke puncak Gunung Banyak untuk mencoba paragliding atau terbang tandem. Rasa seru dan menantang adrenalin pun bakal campur aduk saat tubuh benar-benar melayang di udara. Tapi, jangan khawatir, suguhan pemandangan Kota Batu dari atas langit bakal membuat mata kedip-kedip dan mulut melongo karena takjub melihatnya.

omah kayu

Omah Kayu Batu [Hak Milik Foto: 3 BP]

Nggak kalah ngehits dengan paragliding, di sekitar area Paralayang bisa menemukan Omah Kayu. Rumah yang dibangun secara murni menggunakan kayu dan menancap di pohon ini mulai menjadi wisata baru yang cukup populer. Omah Kayu merupakan wisata alternatif menikmati pemandangan Kota Batu selain dengan terbang tandem. Namun, perlu bersabar dan antre saat masuk ke sana, karena kapasitas maksimal masuk ke rumah ini hanya tiga orang. Alasannya, tentu saja demi keselamatan dan keamanan. Meski begitu, Omah Kayu juga menyediakan paket bermalam hanya untuk dua orang – yang disulap seekslusif mungkin bak kamar hotel berbintang. Bila tidak, biasanya pengunjung sekadar  menghirup udara segar, menikmati pemandangan dan pastinya foto rame-rame.

Berendam Air Panas, Naik Bianglala dan Mencoba Ketan Legenda

alun-alun-batu

Alun-Alun Wisata Batu di malam hari [Hak Milik Foto: Potensi Desa Wisata]

Seharian city tour pastinya membuat tubuh begitu gerah dan lelah. Untungnya, Kota Batu masih memilki tujuan wisata alam yang bakal membuat tubuh berasa relaks. Turun dari daerah Songgoriti, lanjutkan perjalanan ke arah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Di sana terdapat pemandian air panas Cangar. Nuansa alam yang asri ditambah sejuknya hawa Kota Batu sungguh tepat dinikmati sembari berendam air panas di sore hari. Sumber air panas Cangar berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji atau lebih mudahnya di jalur alternatif menuju Kabupaten Mojokerto dari arah Batu.

cangar

Pemandian Air Panas Cangar [Hak Milik Foto: Summit Malang]

Usai relaksasi di kolam sumber air panas alami Cangar, paling pas ya berkunjung ke Alun-Alun Kota Batu. Di sinilah bisa melihat gemerlap cahaya Kota Batu di malam hari. Lampion warna-warni berbentuk hewan raksasa menjadi ciri khas alun-alun yang super duper bersih dan modern ini. Namun, ikon yang paling populer dari Alun-Alun Kota Batu, apalagi kalau bukan Bianglala Raksasa-nya. Indahnya panorama Kota Batu di malam hari bakal membuat mata terbelalak, saat melihatnya dari ‘kapsul’ salah satu Bianglala tertinggi di Indonesia ini.

Pos-ketan-legenda

Pos Ketan Legenda 1976 [Hak Milik Foto: Rizqi Nizamil Putra]

Memanjakan tubuh sudah, menyegarkan otak dengan segudang pemandangan menakjubkan juga sudah terlaksana. Giliran yang kurang adalah memuaskan perut dengan kulineran enak yang ada di sektar Alun-Alun Kota Batu. Beragam kuliner enak, baik makanan berat maupun kudapan bisa ditemukan dengan mudah di sini. Mulai dari yang berbentuk lapak, warung jalanan sampai berbentuk kafe dan resto, semua bebas dipilih deh. Termasuk yang paling banyak dicari, yaitu Pos Ketan Legenda 1976. Panasnya beragam sajian ketan yang sudah dijual sejak tahun 1976 ini, begitu nikmat dilahap di tengah dinginnya Kota Batu, sekaligus penutup city tour Malang Raya yang benar-benar mengesankan.

Bagaimana, siap bertualang dengan city tour di Malang Raya?

Advertisements

One thought on “10 Destinasi City Tour di Malang Raya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s