Bukber Baper Bikin Mager

bruschetta_2.jpg

Bruschetta [Fotografer: Iwan Tantomi]

Seperti bulan puasa sebelum-sebelumnya, Ramadan saya tahun ini sebenarnya nggak ada yang beda. Masih sahur di kosan, tidur di kosan, buka juga di kosan. Agendanya pun masih sama, pagi-sore kerja dan malamnya beraktivitas seperti manusia kebanyakan pada umumnya.

Demikian juga dengan agenda buka bareng alias bukber. Datang silih berganti. Namun, ada yang beda jika bicara soal bukber Ramadan tahun ini. Entah kenapa, saya jadi lebih selektif. Dan, yang paling kentara saya nggak lagi proaktif koar-koar mengajak teman untuk bukber.

Sebaliknya, acara bukber saya tahun ini lebih didominasi undangan. Salah satunya dari Hotel Santika Malang. Sebagai bentuk promosi menu-menu Ramadannya, Santika  mengadakan media gathering sekalian buka bersama.

Sedikit Prolog

Hotel Santika

Restoran di Hotel Santika Malang

Ceritanya, saya menggantikan senior saya yang dapat undangan resmi. Karena saya belum kenal dengan Public Relation alias PR-nya Santika selaku pemberi undangan, inisiatifnya berangkat lebih awal. Cuma, pas di sana kok malah hanya ada tamu hotel yang hendak check-in saja. Akhirnya, saya putuskan untuk tanya ke resepsionis, eh, malah resepsionisnya yang bingung. Dalam hati, duh jangan sampai lu bilang ini undangan bohongan.

Setelah dapat konfirmasi, saya disuruh menunggu di lobi. Okelah lega dikit, karena acaranya ternyata beneran ada. Dan, benar. Seperti dugaan saya, kenapa para tamu undangan belum juga hadir saat jam 5 tepat, karena mereka masih menganut jam karet!

Baiklah, bisa dimaklumi soal keterlambatan itu. Toh menu bukbernya juga baru kelar disiapkan. Usai digiring sama mbak PR di restorannya, saya langsung ‘beringas’ melihat makanan-makanan tersebut. Tapi… sayang, nggak boleh dimakan dulu. Mumpung sepi, akhirnya saya putuskan jepret-jepret dulu buat dokumentasi, karena bagaimanapun kedatangan saya ini dalam rangka bertugas (baca: bekerja).

Menu Ramadan Santika

Mager

Menu Ramadan di Hotel Santika [Fotografer: Iwan Tantomi]

Menu Ramadan yang ditawarkan Santika untuk berbuka puasa cukup lengkap. Semuanya disajikan prasmanan. Mulai hidangan takjil, seperti jajanan tradisional, kolak, puding, bruschetta atau sajian pizza dan burger mini, salad buah dan sayur, ‘pohon’ kurma hingga jus buah kurma dan infused water.

Hidangan utamanya apalagi, hmm, bikin lidah saya yang menunggu azan magrib tinggal beberapa menit saja saat itu mendadak bergoyang. Ada siomay, bakso balado, nasi goreng curry India, mi goreng Jawa, cap jay brokoli, tahu cabe pedas, ayam bakar kecap, soto Madura, hingga pasta yang bisa dipilih sendiri jenis dan bumbunya.

Semuanya, tanpa terkecuali bisa dimakan sepuasnya! Soal harga? Awalnya saya juga mikir sajian hotel berbintang ini pasti mahal, meski sebatas tahu petis, rujak manis, ketoprak atau bahkan urap-urap. Nggak tahunya cukup membayar Rp 100 ribu saja, bisa memakan semua. Wow!

Biar tidak salah pilih menu reguler, wan kawan yang ingin menikmati bukber murmer di Santika ini dapat ambil paket Buffet Ramadan seperti yang tertera pada flyer berikut ini dan langsung datang ke Hotel Santika Malang.

Santika Hotel 3.jpg

Manariknya Buffet Ramadan ini berganti tiap hari menunya, jadi dijamin nggak bakal bosan, bila tiap hari berbuka puasa di Santika.

Epilog: Bukber Bikin Mager

Santika

Teman-teman media dari KLN dan PR Santika. Saya? Seperti biasa jadi juru foto [Fotografer: Iwan Tantomi]

Setelah azan magrib berkumandang dan para tamu sudah memenuhi restoran, akhirnya bukber dimulai. Saya semeja dengan… ops! Teman-teman sekantor. Ya, ampun!

Mereka ternyata sama-sama bertugas liputan untuk kanal medianya masing-masing. Meski kami satu atap gedung perkantoran, kesibukan yang teramat sangat ternyata menyadarkan kami jika jarang berinteraksi. Walhasil pas awal-awal buka bareng agak-agak garing gimana gitu.

Beruntungnya, mbak PR Santika ikut buka bareng kami, jadi ada bahan untuk mulai pembicaraan. Minimal interview, hingga tak terasa 2,5 jam kami mager alias malas gerak karena keenakan makan plus curcol divisi masing-masing.

Padahal, tadinya malu-malu. Usai 15 menit baper (banyak pertanyaan) untuk wawancara, eh, malah 2 jam sisanya buat baper (bawa perasaan) beneran dan kongkow gila-gilaan. Untungnya mbak PR Santika orangnya enakan. Coba kalau sebaliknya, nggak bakalan bukber undangan ini jadi rasa buka bareng teman sekantor.

7 thoughts on “Bukber Baper Bikin Mager

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s