Bukan Jamannya Pria Tampil Kucel!

DEW-15th-Exposed-Keenan-Pearce

Foto Keenan Pearce [Hak Milik Foto: DEW MAGAZINE]

Penampilan memang bukan segalanya, tapi dengan penampilan seadanya ‘segalanya’ belum tentu bisa diraih lebih mudah. Diakui atau tidak, orang akan selalu melihat dari sisi luar sebelum melihat sisi dalam. Dalam hal ini tentu saja pakaian. Orang yang berpenampilan rapi dan bersih akan tampak lebih meyakinkan saat dilihat. Belum lagi aura kepercayaan diri dan mungkin kewibawaannya juga tampak lebih terpancar.

Tak heran banyak orang akan mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat tampilan yang lain dari biasanya. Contoh sederhana saja, saat ada orang yang berpakaian rapi, bersih bahkan harum akan lebih mudah dipercaya. Mulai menyapa, berkenalan hingga tak sadar jika orang tersebut hendak menawarkan barang – alias sales. Selain itu, tampilan menarik juga bisa menutupi gelagat buruk orang lain yang mungkin saja tidak diketahui.

Lain ceritanya dengan orang yang berpakaian compang-camping, kumal sampai-sampai dari jarak sekian meter sudah tercium baunya. Boro-boro mau menanyainya, melihat dari kejauhan saja, mungkin sudah bergegas kabur meninggalkannya. Padahal, tidak semua yang terlihat dekil benar seperti yang dibayangkan. Siapa tahu dia orang yang menyamar sebagai pembawa acara kuis dan hendak memberikan  kejuatan atau hadiah spesial.

Apalah daya, stigma negatif sudah terpatri dengan jelas dalam pikiran kita. Bersih identik baik dan kumal identik buruk. Walau sebenarnya untuk mengenal orang lain lebih dalam tidak cukup dengan sebatas memandang. Maka dari itu, mau tidak mau penampilan harus kita jadikan nomor satu dalam keseharian. Anehnya, penampilan rapi, bersih dan wangi diidentikkan dengan wanita. Sementara pria yang melakukannya cenderung disangka metroseksual.

Faktanya, tak pernah ada aturan maupun hukum yang mengaturnya. Pria pun perlu menjaga diri dan memperhatikan penampilannya. Apalagi rutinitas mereka sebagian besar di luar, sehingga amat penting untuk meyakinkan setiap orang yang ditemui, khususnya mitra kerja. Bagi pria yang sudah berkeluarga mungkin tak ambil pusing soal penampilan, karena ada istri yang memperhatikan plus menyiapkan.

Kenyataan di lapangan, problem penampilan banyak terjadi pada pria yang masih lajang. Dalih kesibukan kerja yang padat, penampilan pun kadang sering tak terurus apalagi terawat. Kalau laundry masih mending, karena penampilan tetap terlihat rapi tanpa harus sibuk mencuci dan menyetrika sendiri. Sebaliknya, jika tempat tinggal sudah jauh dari keluarga alias ngekos dan tidak laundry, pria cenderung kurang memperhatikan penampilan.

Meski hal itu tidak terjadi pada semua pria, namun realitas yang ada menunjukkan demikian. Datang kerja dengan pakaian seadanya, kusut dan kurang enak untuk diperhatikan. Belum lagi, potongan rambut yang amburadul dan mata bengkak akibat begadang semalaman. Sungguh kontras dengan identitas pria karir dan profesional yang semestinya terpandang dengan tampilan yang dikenakan.

Andai saja dipikir lebih mendalam, alasan untuk tidak menggunakan jasa laundry adalah keputusan benar. Kita bisa lebih berhemat dan menggunakan uang untuk kepentingan lainnya. Selain itu, mencuci dan menyetrika sendiri juga bisa membuat baju lebih bersih dan antikuman. Sebab, kita tidak tahu baju tersebut bercampur dengan milik siapa saja, baik yang sehat atau sakit. Bisa saja ada kuman yang bercampur dan berpindah ke baju yang nantinya kita gunakan lagi.

Hal semacam itu tentu tidak bakal terjadi jika pria bisa mencucinya sendiri. Menguceknya dengan teliti dan membilasnya sampai bersih. Tiba saat kering, rasa malas biasanya datang. Bagi sebagian pria mencuci masih hal biasa, tetapi kalau sudah berhubungan dengan menyetrika rasa malas dan bosan seketika ada. Bukan tanpa alasan, karena menyetrika lebih membutuhkan ketelatenan dan itu identik dengan sifat dasar wanita. Apalagi saat baju yang disetrika tidak kunjung licin, bisa dibayangkan betapa kesalnya harus melakukan hal ini sendiri.

Untung saja, sekarang sudah ada pelicin, pewangi dan pelembut jadi satu, sehingga tak perlu repot-repot meramunya sendiri. Bahkan, bisa diperoleh hanya dalam satu kemasan. Kesal dan keringat bercucuran boleh saja muncul saat menyetrika, tapi demi penampilan yang lebih maksimal ada baiknya untuk dibiasakan. Para pria pun bisa berbangga lantaran sukses menghemat anggaran dan melatih diri menjadi lebih mandiri, utamanya soal pekerjaan rumah tangga.

Daripada terus-terusan kurang percaya diri, mending mulai hidup mandiri dengan mencuci dan menyetrikanya sendiri. Tampilan OK, kemanapun bisa PEDE! 😀

———-

Diolah kembali dari artikel penulis di laman kompasiana dengan judul ‘Ups, Salah Tampilan Bikin Pria Krisis Percaya Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s