Beragam Mitos Hidrasi di Bulan Puasa, Kini Mulai Terungkap Faktanya

botol 2

Mitos Hidrasi di Bulan Puasa [Hak Milik Foto: Now and Then]

Tak terasa Ramadhan sudah memasuki bulannya. Setiap umat muslim dewasa pun berkewajiban untuk menjalankannya. Dari yang tadinya bisa makan tiga kali sehari, kali ini harus menyesuaikan menjadi dua kali. Bukan hanya itu, hal yang paling dirasa berat saat menjalankan puasa di hari pertama adalah waktu makan sahur yang dilakukan dini hari.

Kalau waktu berbuka mungkin masih bisa ditoleransi oleh tubuh karena masih sama dengan jam makan malam di hari biasa. Namun, makan sahur pada kisaran jam 2 hingga 3 pagi itulah yang mungkin butuh disesuaikan oleh tubuh. Belum lagi rasa kantuk yang mendera, karena memaksa tubuh untuk bangun di tengah proses tidur – delapan jam yang masih berjalan. Meski begitu, balik lagi ke kewajiban, apapun keluhannya, ibadah perlu dilakukan dengan lapang dada.

Sejalan dengan puasa di bulan Ramadhan, yang bisa dikatakan sudah menjadi tradisi di kalangan umat Islam, muncul beberapa anggapan yang berkembang. Mulai anggapan minum kopi saat berbuka bisa menyegarkan tubuh, hingga hanya minum air putih saat merasakan haus di malam hari selama Bulan Puasa. Sayangnya, anggapan ini belum diketahui secara jelas, apakah termasuk fakta atau hanya mitos belaka. Supaya puasa Ramadan tahun ini bisa berjalan lebih optimal, simak mitos dan fakta menarik yang berhubungan dengan hidrasi saat berpuasa dari AQUA berikut ini.

drink water-001

Kebutuhan cairan tubuh tidak berubah saat puasa [Hak Milik Foto: LuRa’s Anime Blog]

Anggapan pertama, kebutuhan cairan tubuh lebih sedikit saat bulan puasa. Anggapan ini mengacu pada penjelasan cairan tubuh harus dipenuhi secara teratur dalam jumlah yang sesuai setiap jamnya. Oleh karena sedang berpuasa, kemudian sebagian orang berpikir pemenuhan cairan dalam tubuh menjadi lebih sedikit. Faktanya, meski sedang berpuasa kebutuhan cairan dalam tubuh tidak berkurang maupun bertambah sedikit. Secara kuantitas, porsi cairan yang diperlukan oleh tubuh sama dengan kebutuhan cairan di hari-hari biasa, yaitu sekitar 2 Liter untuk orang dewasa. Bedanya, selama Bulan Puasa, kebutuhan cairan ini hanya bisa dipenuhi saat jam berbuka, malam hari dan juga sahur.

Kopi menyegarkan tubuh-001

Konsumsi kafein saat berbuka puasa sebabkan Maag [Hak Milik Foto: Reddit]

Anggapan ke dua, ada yang meyebutkan minum kopi saat berbuka bisa menyegarkan tubuh. Faktanya, mengonsumsi kafein saat perut dalam keadaan kosong justru berpotensi menyebabkan maag. Akan lebih baik bila mengawali waktu berbuka dengan meminum segelas air putih. Manfaatnya, dapat membantu mengoptimalkan fungsi tubuh. Mulai melancarkan sistem pencernaan, memberikan energi serta melindungi jaringan tubuh yang sensitif seperti kulit, agar senantiasa sehat usai seharian berpuasa.

soft drinks

Minum minuman manis seperti softdrinks saat berbuka bisa meningkatkan kadar gula darah [Hak Milik Foto: Anime Diet]

Anggapan ke tiga, berbuka puasa paling enak di awali dengan minuman manis. Faktanya, tahukah Anda, bila minuman manis mengandung karbohidrat sederhana? Senyawa ini dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga bisa memicu rasa lapar. Hal inilah yang menyebabkan nafsu makan langsung melejit kala waktu berbuka tiba. Bila tidak cermat memilih asupan yang tepat dan sehat – termasuk mengabaikan komposisi asupan gula pada makanan maupun minuman manis di malam hari, maka bisa menyebabkan kenaikan berat badan setelah bulan puasa berakhir.

menunggu haus baru minum

Minum air putih tak harus menunggu haus dulu [Hak Milik Foto: Nerd Reactor]

Anggapan ke empat adalah menunggu haus dulu baru minum sebanyak-banyaknya. Faktanya, hal ini ternyata kurang tepat. Selama proses metabolisme berlangsung, air yang dikonsumsi dalam tubuh memerlukan waktu untuk berpindah dari lambung menuju otot-otot tubuh. Maka dari itu, baiknya tidak perlu menunggu haus untuk minum, agar kebutuhan cairan dalam tubuh dapat tercukupi dengan baik.

Lantas, bagaimana saat bulan puasa?

Memang, selama puasa berlangsung, tubuh tidak bisa menerima asupan air putih yang cukup setiap jamnya. Namun, aktivitas minum teratur yang biasa dilakukan sehari-hari, bisa diganti dengan komposisi minum air putih yang tepat, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari dan 2 gelas saat sahur. Penerapan pola minum air putih 2+4+2 selama bulan Ramadan ini dapat dilakukan dengan rincian sebagai berikut.

aqua pamflet 1

Konsep minum air putih selama berpuasa dengan #AQUA242

2 Gelas Saat Berbuka

Tidak harus dua gelas sekaligus, karena akan membuat perut menjadi penuh dan selera makan saat berbuka mungkin menjadi berkurang. Agar tubuh bisa mendapatkan manfaat nutrisi baik dari makanan maupun air putihnya sendiri, awali waktu berbuka puasa dengan 1 gelas air putih. Barulah setelah menikmati hidangan berbuka, minum 1 gelas air putih lagi. Dengan begitu, pola minum ‘2 gelas saat berbuka’ dapat diaplikasikan.

4 Gelas Saat Malam

Jika menerapkan pola minum air putih 2 gelas saat berbuka terbilang mudah lantaran haus, lain ceritanya dengan penerapan 4 gelas saat malam. Selain faktor malas, tidak merasa haus, hadirnya beragam minuman manis menjadi penghambat teraplikasinya pola minum air putih yang satu ini. Belum lagi, hasrat untuk menyantap makanan maupun minuman manis begitu membeludak saat malam hari. Bila tidak diantisipasi dengan baik dapat mengganggu pemenuhan cairan dalam tubuh.

Untuk mengaplikasikan pola minum air putih ‘4 gelas saat malam’, bukan berarti sekali minum harus 4 gelas sekaligus. Bisa dibagi menjadi beberapa tahap di waktu malam hingga menjelang tidur. Misalnya, bila kegiatan makan utama disajikan saat malam hari usai salat Tarawih, minumlah 1 gelas air putih sebelum makan. Setelah menyantap hidangan, pungkasi dengan meminum air putih sebanyak 2 gelas. Menjelang tidur, 1 gelas air putih, minum sekali lagi. Pola ‘4 gelas saat malam’ pun bisa teraplikasikan dengan baik.

2 Gelas Saat Sahur

Agar pola minum air putih selama puasa sebanding dengan pola minum rutin 8 gelas per hari, maka sebisa mungkin perlu dimaksimalkan saat sahur. Bila sejak berbuka sampai menjelang tidur sudah meminum 6 gelas air putih, 2 gelas sisanya bisa diterapkan ketika sahur. Bisa dengan 1 gelas air putih sebelum makan dan 1 gelas lagi sesudahnya. Bisa juga dengan 2 gelas air putih sekaligus, usai menyantap hidangan sahur. Hal yang paling penting adalah pola minum air putih ‘2 gelas saat sahur’ ini tidak sampai lupa untuk diterapkan. Tujuannya, tentu saja agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi ringan selama berpuasa di bulan Ramadhan.

vitamin water

Minuman bervitamin banyak mengandung gula tambahan [Hak Milik Foto: Tallon 4]

Anggapan terakhir yang muncul di masyarakat, yaitu minuman bervitamin dianggap lebih baik daripada air putih, terlebih saat berpuasa. Air kemasan yang mengandung vitamin atau fortified water ini kerap kali dikatakan bermanfaat, lantaran kandungan vitamin yang ditambahkan di dalamnya, seperti Vitamin C. Sayangnya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, waktu penyerapan vitamin tersebut dalam aliran darah ternyata sama saja dengan suplemen biasa. Sebaliknya, minuman bervitamin cenderung mengandung gula tambahan dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga kurang baik bila dikonsumsi berlebihan.

Tidak menyangka kan, bila anggapan yang begitu ramai diperbincangkan ternyata sebatas mitos belaka? Semestinya puasa Ramadhan dapat memberikan dampak yang baik bagi kesehatan tubuh, tetapi bila tidak memahami jumlah dan cara minum air putih yang benar, bisa jadi puasa Ramadhan justru menimbulkan beragam gangguan kesehatan. Walaupun belum ada penelitian tentang pengaturan konsumsi air minum selama ibadah puasa, secara umum AQUA menganjurkan untuk minum air putih 2 gelas saat berbuka, 1 gelas saat makan malam, 1-2 gelas setelah makan malam, 1 gelas menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur. Tujuannya hanya satu, yaitu agar kebutuhan air dalam tubuh tetap terpenuhi dengan cukup baik selama puasa berlangsung.

Jadi, bila sudah ada fakta yang mendukung ibadah puasa menjadi lebih lancar, kenapa masih saja menerapkan mitos? Yuk, cegah dehidrasi saat puasa dengan ‘cara sederhana’ dari AQUA. Selamat Berpuasa!

2 thoughts on “Beragam Mitos Hidrasi di Bulan Puasa, Kini Mulai Terungkap Faktanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s