Berkat TOLAKANGIN: Sukses di Gunung Sehat di Kantor

Tolakangin2.jpg

Sukses Tanjaki Gunung, Sehat Pula di Kantor

Mendengar nama Bromo, pasti tidak begitu asing di telinga masyarakat Jawa Timur. Terlebih jika Anda adalah seorang pendaki gunung sejati, sudah barang tentu familiar dengan Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo ini. Benar saja, Gunung Bromo memang sudah memiliki popularitas. Bak selebritis papan atas, hampir setiap hari gunung berapi aktif ini dikunjungi baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebagai orang Jawa Timur, tak afdol rasanya jika belum pernah mencicipi keelokan Gunung Bromo. Masak orang luar berbondong-bondong melihatnya, masyarakat lokalnya justru tidak pernah ke sana. Walau tidak setiap hari, paling tidak sudah beberapa kali saya bisa mencicipi landmark alam Jawa Timur ini. Nah, kunjungan pertama saya ke Bromo pada tahun 2012 awal, sekaligus penanda pendakian pertama yang saya lakukan.

Bisa ditebak, kesan pertama yang saya alami adalah ngos-ngosan. Kaki pun serasa ingin copot. Parahnya, teman-teman yang satu kelompok dengan saya merupakan pendaki pemula semua. Sontak saja, ngos-ngosannya berjamaah. Pendakian yang kami lakukan malam hari, lebih tepatnya di Gunung Pananjakan. Di samping untuk menghindari dehidrasi yang berlebihan, juga ingin menikmati pemandangan sunrise yang katanya tak boleh dilewatkan di lokasi yang berdekatan dengan Gunung Bromo ini.

Meski begitu, risiko pendakian tetap saja saya alami. Bebas dari sengatan matahari, justru hawa dingin yang setia menyelimuti. Apalagi, bagi orang yang tak terbiasa dengan hawa dingin seperti saya. Jaket tebal yang berlapis sekalipun seolah tak mempan membendung serobotan hawa dingin pegunungan. Untungnya, dalam ransel saya ada TOLAKANGIN. Bisa dikatakan ini buah dari kebiasaan saya yang membawa perlengkapan obat saat bepergian.

Segera setelah itu, TOLAKANGIN langsung saya minum. Bentuknya yang cair dan praktis bisa langsung diminum tanpa harus repot mencari minuman tambahan. Kondisi saya saat itu mungkin sudah seperti hipotermia. Tubuh begitu kedinginan, membeku dan bahkan setengah tak sadarkan diri. Mencari minuman panas juga sudah terlanjur di puncak. Air mineral pun kini hanya tersisa botolnya.

Lagian, persediaan teman-teman juga pas-pasan, sehingga tak mungkin saya memintanya. Bukannya lebay, tapi saya sadar semua berjuang untuk hidup sendiri-sendiri kala itu. ‘Untung saja’ kata itulah yang terus ada di benak saya. Begaimana tidak, di tengah kondisi yang seperti itu, ada TOLAKANGIN dalam tas ransel kuliah saya. Lucu memang, yang semestinya bawa tas gunung malah bawa tas kuliah. Maklum, namanya juga pemula.

Tak lama berselang, tubuh saya mulai kembali hangat. Pelan-pelan, tubuh yang awalnya kaku, kini sudah bisa digerakkan lagi. Hingga akhirnya, keindahan sunrise dapat saya nikmati. Sukses di Pananjakan, tiba saatnya mendaki Gunung Bromo. Bukannya menjadi hangat, hawa dingin justru lebih terasa di pagi hari. Tidak ingin kejadian semalam terulang kembali, saya siapkan bekal dan minuman yang lebih memadai.

Sebelum berangkat, saya dan teman-teman memutuskan untuk mengenyangkan perut terlebih dulu. Barulah setelah itu, kami mulai menanjaki tangga Bromo yang tampak meninggi. Semakin siang, hawa dingin pun berlarut hilang. Beda gunung beda pula rintangannya. Kali ini tenggorokan begitu kering. Sempat beberapa waktu sebelumnya, saya membaca khasiat dan kegunaan TOLAKANGIN. Salah satunya untuk mengatasi tenggorokan kering ini. Tak perlu berlama-lama, satu sachet TOLAKANGIN kembali saya minum. Praktis dan cepat, tenggorokan saya pun berangsur membaik. Akhirnya, tangga terakhir sukses saya tapaki dan puncak Bromo pun bisa saya nikmati.

Hingga di Kantor

Cinta saya dengan TOLAKANGIN tidak berhenti di Bromo saja. Semenjak pendakian perdana tersebut sukses saya jalankan, TOLAKANGIN lebih sering saya sediakan di ransel. Tak terkecuali saat pergi ke kantor. Kerja yang terlalu keras dan kondisi cuaca yang tak begitu menentu, sering membuat tubuh saya kurang fit. Belum lagi AC yang kurang begitu bersahabat, kerap membuat saya mudah untuk kembung.

Untungnya ada TOLAKANGIN yang selalu berada dekat dengan saya. Apalagi, melihat kandungan herbal ada di dalamnya, membuat saya begitu yakin akan keamanan produk jamu kemasan ini. Berkat TOLAKANGIN ini, saya bisa bekerja dengan maksimal. Tak mudah masuk angin ataupun merasa mual-mual. Lebih lanjut, kegiatan traveling yang saya lakukan juga tak pernah ada halangan. Utamanya dalam hal kesehatan fisik dan kebugaran. Beragam tempat menarik pun akhirnya dapat saya taklukkan.

Well, jika dipikir memang sepele, tapi apa jadinya bila TOLAKANGIN ini tak ada dalam tas ransel saya. So, stay healthy everywhere you go!

4 thoughts on “Berkat TOLAKANGIN: Sukses di Gunung Sehat di Kantor

  1. hehe… sah… sah kok mas pakek semua produk herbal. Demi kesehatan, boleh-boleh saja menggunakan, asal nggak berlebihan gitu aja… ^^
    Bagaimanapun juga hidup sehat ya lebih baik alami tanpa asupan yang macem-macem. Makan sehat, tidur cukup, olahraga teratur sebenarnya udah lebih dari cuukuup… ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s