Drama Charger di Bangkok


Tuktuk di kawasan pecinan Bangkok, Thailand

It’s like not legit traveling without getting a drama, but damn tonight’s drama is not cool!

Gerutu tersebut terus berulang, seakan merutuk kebodohan diri yang tiada habis-habisnya. Padahal sejak awal, saya begitu tenang melenggang keluar rumah menuju bandara.

Tak ada sedikit pun gelisah, seolah semua sudah disiapkan secara sempurna. Apalagi sejak awal tiba di Suvarnabhumi saya melangkah dengan yakin dan santai, lantaran ini juga bukan ke Thailand untuk pertama kali.

Sebelum melenggang keliling beragam lokasi, saya ke hotel dulu menaruk barang sekalian check in karena tiba di Bangkok siang hari. Melihat simbol baterai pada ponsel yang berwarna merah, saya putuskan untuk mengisi daya terlebih dulu.

Dengan tenang, charger tinggal saya colokkan tanpa lagi kaget, “loh kok bentuknya beda?” Terlalu ceroboh kalau sudah beberapa kali berkunjung, tetapi tak mengantisipasi hal-hal kecil semacam ini.

Begitu juga saat mengecek kamera yang ternyata dayanya tinggal separuh, tenang saya ambil adaptor untuk menyambungkan charger. Dengan persiapan yang memadai saya pun optimis bisa menjalani pelesiran mandiri kali ini.

Siang berlalu, beberapa tempat berhasil saya kunjungi sesuai itinerary sejak hari pertama. Dari nostalgia ke Wat Pho, Grand Palace, dan Wat Arun hingga kulineran di beberapa pasar tradisional, semua berjalan lancar. Hingga sore di hari kedua, kartu memori pada kamera yang penuh akhirnya memaksa saya mengeluarkan laptop untuk memindah foto.

Andai bukan karena ada urusan pekerjaan, niscaya saya enggan bopong laptop ke luar negeri. Meski baterai pada laptop masih penuh saat saya hidupkan, entah kenapa saya tiba-tiba tertarik merogoh charger dalam tas.

Satu per satu item kabel saya keluarkan. Perasaan pun mulai tidak tenang. Semua barang dalam tas kini mulai saya tumpahkan di atas kasur hotel. Panik pun mulai menggelayut, sampai tas saya jungkir berulang kali demi memastikan kabel yang saya bawa bukan saja charger tustel dan ponsel.

Buru-buru saya langsung mematikan laptop, setelah tahu charger laptop tak ketemu. Sebab, kebutuhan utama menggunakan laptop justru Sabtu dan Minggu. Tujuan membawa laptop pun, agar semua agenda dan urusan di Thailand bisa saya bereskan sembari liburan.

Sayang drama tersebut seketika membuat saya cemas bukan kepalang. Dengan laptop yang sanggup bertahan 9 jam, rasanya saya hanya bisa menggunakannya untuk sehari. Cukup merepotkan jika harus mencari warnet dadakan di luar negeri, terlebih banyak file penting sudah saya siapkan di laptop. Bakal terasa percuma jika laptop saya akhirnya tak bisa digunakan sesuai rencana.

Beruntungnya, setelah berupaya berkoordinasi dengan tim di Indonesia, pekerjaan saya pun dapat di-back-up. Meski saya bisa melanjutkan liburan sesuai jadwal, tetapi setumpuk pekerjaan harus siap saya libas sepulang dari Thailand.


Moral value: jangan gampang yakin dan tenang sebelum benar-benar memastikan persiapan jalan-jalan secara maksimal. Terutama dengan perintilan kecil dan berwarna serupa seperti charger.

Jazz Gunung Bromo Membosankan?


Jazz Gunung Bromo Membosankan?
Jazz Gunung Bromo 2019 © Iwan Tantomi

Gersangnya pemandangan di sepanjang tol Pasuruan-Probolinggo sempat membuat saya bosan. Apalagi siang itu sangat terik. Beruntung, jalan sangat lengang. Kendaraan baru terlihat agak padat saat keluar dari tol menuju Sukapura, Probolinggo. Perbaikan jalan di beberapa titik sempat membuat kendaraan kami harus berhenti beberapa kali, tetapi tak mengurangi target waktu kami tiba di lokasi Jazz Gunung Bromo 2019.

Tepat jam 14.30 WIB, kami tiba di Java Banana Bromo Lodge, lokasi Jazz Gunung Bromo biasa dilangsungkan. Sekitar 2 jam 15 menit kira-kira kami berangkat dari Malang, keberadaan tol benar-benar terbukti menyingkat waktu perjalanan. Setelah memvalidasi tiket, saya sempatkan mengenyangkan perut sembari menunggu para penampil gladi resik.

Meski baru bisa datang pada hari terakhir, tetapi saya cukup antusias menikmatinya. Bukan saja banyak penampil idola yang saya tunggu aksi panggungnya, tetapi bisa datang ke Jazz Gunung Bromo secara cuma-cuma dari kantor adalah momen langka.

Saya tak perlu liputan, pertama. Kedua, saya tak perlu sibuk mengetik berita dari ponsel untuk dikirimkan ke redaksi saat acara tengah berlangsung. Ketiga, saya bisa duduk dan bersantai menikmati Jazz Gunung Bromo laiknya para penonton untuk pertama kalinya. Itulah kenapa Jazz Gunung Bromo 2019 ini begitu terasa istimewa buat saya.

Namun, di tengah menikmati penampilan Tristan dan Nita Aartsen, justru ada beberapa orang yang sibuk sendiri bermain gawainya. Bermain game lewat tablet saat Sierra Soetedjo menyanyikan Especially For You, bisa dimaklumilah bagi anak-anak, karena besar kemungkinan mereka tak tahu. Akan tetapi, melihat tayangan Korea [ada ponsel saat Sierra Soetedjo menembangkan The Only One secara live di Jazz Gunung Bromo bagi anak seusia kuliah, tentu menimbulkan pertanyaan.

Sebegitu membosankan-nyakah acara Jazz Gunung Bromo ini?

Sebetulnya, saya ingin mengabaikan ‘pemandangan’ tersebut. Namun, apa daya, pria tersebut duduk tepat di bawah saya. Sementara set duduk amfiteater yang bertingkat mengharuskan saya melihat ke bawah, sehingga setiap kali memusatkan pandangan ke arah panggung Jazz Gunung Bromo, apa yang ditonton orang di bawah saya tentu otomatis akan terlihat.

Beruntung saat giliran Ring of Fire feat Didi Kempot, pria tersebut tak lagi bermain ponsel. Beragam lagu-lagu legendaris Didi Kempot yang diaransemen ulang versi Jazz oleh Djaduk Ferianto bisa saya nikmati dengan jelas. Bahkan, suasana kian hangat di tengah hawa dingin pegunungan yang mulai merasuk, kala Djaduk dan Didi mengajak penonton berdiri untuk bernyanyi bersama lagu-lagu legendaris, seperti Sewu Kutho, Stasiun Balapan, Cidro, dan Banyu Langit.

Sayang pemandangan yang cukup mengganggu tadi kembali terulang saat giliran Candra Darusman Project menghentak panggung Jazz Gunung Bromo, dengan maha karya instrumen-instrumen musik jazznya. Tak berselang lama, pria tersebut akhirnya keluar. Namun, bukan itu yang bikin saya kali ini bertanya-tanya, melainkan beberapa penonton Jazz Gunung Bromo yang beranjak pergi justru saat Barry Likumahuwa menunjukkan aksi keren bermain bass.

Sebegitu membosankan-nyakah acara Jazz Gunung Bromo ini?

Mereka justru berduyun-duyun pergi, meninggalkan amfiteater, kala para musisi jazz sedang unjuk gigi. Ironis memang, terlebih acara ini jelas berlabel Jazz Gunung Bromo. Terlepas dari apa yang mereka cari, saya cukup salut dengan para penonton yang masih bertahan sampai akhir acara.

Pada akhirnya, ungkapan: tak semua orang bisa menikmati musik jazz, itu pun memang benar adanya. Dan, spesial buat para penggemar musik jazz sejati, saya luangkan membuat sebuah video singkat, walau teramat sederhana dari keseruan Jazz Gunung Bromo 2019. Barangkali bisa memotivasi diri untuk melihat langsung keseruan Jazz Gunung Bromo suatu hari nanti. 🙂

Mungkin Saya Harus Bilang…


Delapan tahun bukan waktu yang sedikit, tapi juga bukan waktu yang lama buat blogging. Dari yang awalnya sekadar tempat pelampiasan tugas sekolah, ‘tong’ mengisi makalah kuliah, tempat curhatan yang entah isinya apa saja, hingga harus saya reset ulang menjadi blog berisi tulisan perjalanan.

Lanjutkan membaca Mungkin Saya Harus Bilang…

Braga Punya Cerita


“Ka Bandung mah belum lengkap kalau belum ka Braga(k),” ungkap Lilis, pemandu gelis yang mendampingi kami berkeliling Bandung menggunakan Bus Bandros.

Lanjutkan membaca Braga Punya Cerita

Halo Bandung


Jembatan Pasopati Kota Bandung

Setelah telat satu jam, Malabar akhirnya tiba ke pemberhentian terujungnya. Tak paham apa yang membuat kereta api tersebut tidak tepat waktu, yang jelas simpang siur informasi sempat terjadi hingga membuat sebagian penumpang waswas sendiri. Beruntung, kereta merapat dengan selamat.

Lanjutkan membaca Halo Bandung

Bandung, Apa Kabar?


Kereta Api Malabar

Lembar demi lembar begitu tak terasa hikmatnya. Masih membaca novel ‘Amba’ yang berkutat dengan fiksi sejarah, rasanya saya menghabiskan hari dengan penuh makna.

Lanjutkan membaca Bandung, Apa Kabar?

I’m Gonna Solo



Derit pintu kaca menandai kedatangan saya di kafe itu. Hujan di luar membuat saya memilih untuk menyeruput kopi di dalam ruangan yang berkonsep industrialis tersebut. Sambil menunggu pesanan Caramel Macchiato tiba, saya mulai kembali membuka buku yang sedang saya baca belakangan. AMBA: novel karya Laksmi Pamuntjak.

Lanjutkan membaca I’m Gonna Solo

Terpaksa Joging Menyusuri Sentosa Loop di Singapura


Badan rasanya langsung terhentak untuk bangun, setelah alarm ponsel berbunyi entah untuk yang ke berapa kali. Dengan kepala agak pening imbas bangun tiba-tiba, saya langsung mengambil ponsel yang sudah tergeletak di lantai. Beruntung lantai kamar Hard Rock Hotel ini berlapis karpet tebal, jadi tak sampai menyebabkan ponsel lecet atau bahkan remuk.

Lanjutkan membaca Terpaksa Joging Menyusuri Sentosa Loop di Singapura

Terjebak Halloween


Setelah lelah beraktivitas seharian, paling pas rasanya pulang ke rumah dan lekas membersihkan diri. Lalu, santai sejenak di sofa, sekadar menghabiskan sisa malam dengan menonton tayangan komedi ringan di televisi.

Lanjutkan membaca Terjebak Halloween

Rasanya Makan Emas…


Special dinner with luxurious dishes made by Michelin Star Chef.

Entah kenapa kalimat tersebut tertulis dalam daftar agenda yang harus saya penuhi hari itu. Bisa dijemput dari Bandara Changi Singapura pakai Alphard saja rasanya sudah istimewa. Pun bisa rehat cuma-cuma di kamar deluxe suite Hard Rock Hotel Resorts World Sentosa (RWS) Singapura, rasanya masih tak percaya.

Lanjutkan membaca Rasanya Makan Emas…

Raja Sehari di Singapura


 

Sebelum Terminal 4 dioperasikan, penerbangan low cost carrier ke Singapura mengharuskan saya mendarat di Terminal 1 Bandara Changi. Usai itu, saya masih perlu bergegas ke stasiun skytrain menuju Terminal 2, atau kalau tak memungkinkan ke Terminal 3. Hanya di dua terminal itulah, stasiun mass rapid transit (MRT) menuju pusat kota Singapura dari Changi, sementara berada.

Lanjutkan membaca Raja Sehari di Singapura

BTS Puncaki Penjualan Album Global 2019 dengan Map Of The Soul: Persona


BTS saat Press Conference album Map of The Soul: Persona di Seoul, Korea Selatan © Berluti/Big Hit Entertainment
BTS saat Press Conference album Map of The Soul: Persona di Seoul, Korea Selatan © Berluti/Big Hit Entertainment

BTS rasanya baru kemarin merilis album terbarunya, Map of The Soul: Persona. Namun, beragam rekor telah ditorehkan dari album ini sejak pertama kali dirlis 12 April 2019 silam.

Paling baru, mini album BTS Map of The Soul: Persona dikonfirmasi oleh United World Chart (UWC) telah terjual hingga saat ini sebanyak 4 juta kopi lebih di seluruh dunia.

Laporan tersebut didasarkan dari data resmi penjualan album chart yang ada di berbagai negara, seperti Billboard dan Nielsen Music di Amerika Serikat, Official Charts Company (OCC) di Inggris, Oricon di Jepang dan lainnya.

baca: Map of The Soul: Persona Raih Sertifikat Gold dari RIAA Setelah Terjual 500 ribu Unit di Amerika Serikat

Berkat pencapaian tersebut, BTS sampai saat ini menjadi pemuncak penjualan album global 2019 dengan Map of The Soul: Persona. Jumlah penjualan fantastis ini bahkan melampaui penjualan album artis populer Amerika Serikat, seperti Billie Eilish dengan album When We All Fall Asleep, Where Do We Go? sebanyak 3,13 juta kopi yang berada di urutan kedua, serta Ariana Grande dengan album Thank U, Next dengan penjualan sebanyak 2,56 juta kopi berada di urutan ketiga.

Rekor penjualan album fantastis ini juga secara otomatis menjadikan BTS sebagai artis Korea pertama dengan penjualan album global tersukses dalam sejarah.

baca: 10 Fakta BTS dari Sekelompok Remaja Biasa Hingga Jadi Superstar Dunia

Sejak minggu pertama perilisannya, Map of The Soul: Persona telah mampu terjual sebanyak 2,5 juta kopi di seluruh dunia berdasarkan laporan UWC. Jumlah penjualan di minggu pertama tersebut bahkan menjadikan BTS berada pada urutan ke-6 sebagai artis dunia yang berhasil menjual album dengan jumlah fantastis pada minggu pertama perilisannya.

Map of The Soul: Persona juga sukses merajai tanggal lagu populer dan bergengsi dunia, seperti Billboard 200 di Amerika Serikat, serta Official UK Albums Top 40 Charts di Inggris.

BTS pun menjadi artis Korea pertama dengan tiga album yang mampu bertengger pada urutan pertama Billboard 200 dalam waktu kurang dari setahun. Pencapaian itu pun menjadikan BTS mampu mematahkan rekor The Beatles pada 1995-1996.

baca: BTS Akhirnya Memecahkan Rekor The Beatles di Billboard 200, Begini Kronologi Lengkapnya

Di sisi lain, pencapaian BTS ini pun membuat ARMY waswas karena secara tak langsung mematok target sangat tinggi untuk album-album BTS berikutnya. Kira-kira apakah album BTS berikutnya mampu segemilang Map of The Soul: Persona? Mari dinantikan bersama!

Dengarkan lagu-lagu terbaik dari mini album BTS Map of The Soul: Persona di bawah:

Iklan

BTS J-Hope Pecahkan Rekor Baru di Spotify


BTS J-Hope © Big Hit Entertainment
BTS J-Hope © Big Hit Entertainment

BTS J-Hope menorehkan rekor baru di platform musik streaming populer, Spotify. Betapa tidak, jumlah follower-nya kini mencapai 2 juta lebih di Spotify. Capaian ini menjadikan BTS J-Hope sebagai artis solo Korea pertama yang mendapatkanya.

Rekor baru ini hanya berselang selama 5 bulan dari pemegang rekor artis solo Korea dengan jumlah pengikut terbanyak di Spotify, yaitu G-Dragon, leader BIGBANG.

Rekor baru yang dipegang BTS J-Hope ini pun dikonfirmasi resmi oleh Spotify pada 7 September 2019 yang lalu. Selain aktif menulis lagu untuk album BTS, BTS J-Hope juga memiliki album solo berupa mixtape, yang ditulis dan diproduksi sendiri olehnya.

BTS J-Hope yang bernama asli Jung Hoseok merilis mixtape terakhirnya pada 2 Maret 2018. Mixtape berjudul Hope World tersebut disambut antusias baik oleh ARMY dan industri musik. Bahkan Hope World berhasil debut pada tangga album bergengsi, Billboard Hot 200, pada urutan 63 dan berhasil mencapai peringkat tertinggi pada posisi 38.

baca: Jadi Brand Ambassador Seoul, BTS J-Hope Bagikan Cara Terbaik Menikmati Liburan di Ibu Kota Korea Selatan

Menariknya, sampai saat ini rekor tersebut belum terpatahkan, dan menjadikan BTS J-Hope sebagai artis solo Korea pertama yang meraihnya.

Hope World berisikan 7 lagu di mana Daydream dan Airplane menjadi title track-nya. Pada 3 Febuari 2019, Hope World didengarkan sebanyak 100 juta kali di Spotify. Sebagian besar lagunya bergenre hip-hop, trap, EDM, futuristic funk serta dance-infused pop.

Sementara pada 3 Agustus 2019, rekor baru didapatkan dari music video (MV) Daydream yang berhasil mencapai 100 juta views di YouTube. Raihan ini menjadikan BTS J-Hope sebagai artis Korea pertama yang MV mixtape-nya ditonton sebanyak itu.

Sebagai informasi, mixtape J-Hope dirilis secara gratis, tetapi justru pencapaian yang didapatkan tak kalah dengan album yang dirilis secara komersil.

Dengarkan lagu-lagu terbaik Hope World dari BTS J-Hope di bawah ini:

BTS Jadi Duta Wisata Seoul 3 Tahun Berturut-turut, Bagikan Tips Traveling di Ibu Kota Korea Selatan


BTS Chuseok 2019 dari kiri ke atas searah jarum jam: V, Jungkook, Jin, J-Hope, Suga, Jimin dan RM
BTS Chuseok 2019 dari kiri ke atas searah jarum jam: V, Jungkook, Jin, J-Hope, Suga, Jimin dan RM

Kesuksesan BTS di kancah global bukan saja turut mengerek perekonomian Korea Selatan, tetapi juga menjadikan BTS sebagai salah satu kebanggaan bagi negaranya. Berkat popularitas BTS pula, Seoul Tourism Organization tak ragu menjadikan BTS sebagai brand ambassador pariwisata ibu kota Korea Selatan selama 3 tahun berturut-turut.

Kabar menggembirakan bagi ARMY ini diungkapkan langsung oleh direktur Seoul Tourism Organization, Lee Jae Sung dalam sebuah press conference pada 9 September 2019.

“We will publish worldwide the Seoul tourism promotion videos featuring BTS via the official Instagram, Facebook, and YouTube of Seoul on September 13,ungkap Lee Jae Sung.

baca: 10 Fakta BTS Versi Bloomberg, Benar-Benar Bikin Orang Salut

Menariknya, demi mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya, Seoul Tourism Organization merilis lebih dari satu video promosi wisata bersama BTS pada 13 September 2019. Bahkan, masing-masing anggota BTS mempromosikan beragam potensi wisata yang bisa dinikmati di Kota Seoul.

Sebagaimana slogan pariwisata Kota Seoul tahun ini ‘Live Seoul Like I Do’, RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook mengenalkan berbagai atraksi wisata yang menarik di Kota Seoul lewat tujuh tema berbeda sesuai karakter dan hobi mereka. Apa saja?

BTS Jungkook – Scenic Nature

BTS Jungkook mengenalkan Seoul sebagai kota yang memiliki banyak pemandangan alam mengagumkan. Bahkan, keindahan alam di kota Seoul bisa dinikmati lebih indah dengan mengunjungi beberapa destinasi ikonik, seperti Namsan Cable Car, N Seoul Tower, Seoul Sky, Banpo Hangang River Park, Deoksugung Palace, Naksan Park, Roof Top Restaurant, Moonlight Rainbow Fountain, dan Gwangjingyo Bridge.

BTS RM – Old But New

BTS RM yang sangat menyukai seni dan museum, turut mempromosikan beragam atraksi unik di tempat-tempat bersejarah yang kini lagi hits di kota Seoul. Mulai mencoba Boshingak Belfry, skateboarding di Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village, mencoba Hanbok, bikin kerajinan keramik Korea, membuat kaligrafi Korea, berkunjung ke Namsangol Hanok Village Falconry dan Yutnori, hingga mencoba seni tradisional Korea, yaitu Taekkyeon dan Pansori.

BTS Suga – Recharge

BTS Suga yang sangat suka staycation pun merekomendasikan tempat-tempat di Seoul untuk bersantai. Dari baca-baca buku di Startfield Library, melihat pameran seni di Seoul Gallery, menikmati asrinya Seoul Botanic Garden, seru-seruan di Cheonggyecheon Stream, bersantai di Jjimjilbang, jalan-jalan ke Seoullo 7017, Tubester Han River, hingga Nanji Riverside Swimming Pool.

BTS V – Getaway

BTS V yang suka dengan hal-hal unik mempromosikan wisata yang cocok banget buat mengusir stres di Kota Seoul. Mulai mencoba pengalaman virtual reality di VR Theme Park, datang ke Archery Cafe, atau Internet Cafe. Lalu, mencoba Jamsil Kart, Hangang River Water Sports, Banpo Hangang River Swimming Pool, sampai bernyanyi dan joget di Noraebang alias tempat karaoke di Korea.

BTS Jimin – Local Life

BTS Jimin suka berkeliling kota, ia pun mengajak wisatawan yang datang ke Seoul untuk mencoba menikmati aktivitas layaknya masyarakat lokal. Dari belanja di Namdaemun Market, berfoto di Ihwadong Mural Village, mencoba Facial Acupuntur, berkunjung ke Daeo Book Store, datang ke Seoul Folk Flea Market, mencoba food street di Samgyeopsal, hingga datang ke Comic Book Cafe.

BTS J-Hope – Exciting Moments

BTS J-Hope yang terkenal periang mengenalkan beragam hiburan menarik dan festival yang cocok buat seru-seruan di kota Seoul. Dari ikutan Sinchon Water Gun Festival, The Color Run, menonton pertandingan baseball di Jamsil Baseball Stadium, mencoba Roller Coaster, hingga seru-seruan bareng di Water Bomb.

BTS Jin – City Break

BTS Jin sangat suka kuliner, ia pun mengenalkan beragam tempat-tempat kuliner terbaik yang bisa dinikmati di Kota Seoul. Dari datang ke Tongin Market, Noryanjin Whole Sale Fisheries Market, mencoba 30cm Ice Cream dan Tornado Potato di Myeongdong. Kemudian, mencoba Gourmet Korean Food, Chicken dan Beer di sekitar Hangang River, menikmati lezatnya makanan di Seoul Bamdokkaebi Night Market, hingga kuliner ala kali lima seperti Pojangmacha.

Semua atraksi wisata tersebut bisa dinikmati di kota Seoul. Boleh dibilang baik BTS maupun kota Seoul sama-sama diuntungkan lewat kerja sama ini. Terlebih BTS kerap menggelar konser berskala stadium di Seoul, sehingga dengan menjadi duta besar Seoul, kemudahan perijinan meminjam stadion untuk konser tentu lebih gampang.

Sementara kehadiran ARMY dari berbagai negara yang berbondong-bondong menonton konser BTS di Korea Selatan, juga secara tak langsung mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan di Negeri Ginseng.

Rilisnya video promosi wisata kota Seoul bersama BTS ini bersamaan dengan peringatan Chuseok yang tahun ini jatuh pada 13 September. Festival musim gugur tersebut diperingati sebagai hari libur nasional, baik di Korea Selatan maupun Korea Utara. Selama libur nasional ini, banyak masyarakat Korea memanfaatkannya untuk mudik, sebagaimana musim Idulfitri dan Natal di Indonesia.

BTS sendiri sedang dalam masa liburan, tetapi mereka tak lupa menyiapkan ucapan selamat memeringati Chuseok bagi ARMY di Korea Selatan. Lebih lengkap video BTS dan Seoul Tourism Organization bisa dilihat di bawah ini:

BTS Menjadi Artis Pertama yang Ke-4 Albumnya Masuk Billboard World Albums Secara Berurutan


Album BTS © Big Hit Entertainment
Album BTS © Big Hit Entertainment

BTS kembali mencetak rekor baru di Billboard. Kali ini giliran ke-4 albumnya yang masuk top 5 dalam Billboard World Albums Chart secara berurutan.

Keempat album BTS tersebut berturut-turut BTS World pada posisi pertama, Map of The Soul: Persona pada posisi kedua, Love Yourself: Tear pada posisi ketiga, dan Love Yourself: Answer pada posisi ke-4.

Pencapaian ini menjadikan BTS menjadi artis pertama yang meraihnya dalam sejarah Billboard World Albums Chart. Selain ke-4 album tersebut, album berbahasa Jepang milik BTS, Face Yourself kembali masuk Billboard World Albums Chart pada urutan ke-14.

Billboard World Albums Chart menjadi indikator album terlaris yang di-update setiap minggu. Hampir semua album BTS pernah memuncaki Billboard World Albums Chart.

baca: BTS Menambah Daftar Hits No 1 di Chart Billboard World Digital Song Sales

Menariknya lagi, semua album BTS tersebut bertahan lebih dari sepekan di Billboard World Albums Chart. Misalnya, BTS World sudah 5 minggu berada di urutan pertama, dan total 10 minggu berada di Billboard World Albums Chart.

Selanjutnya, ada Map of The Soul: Persona berada di dalam chart selama 21 minggu. Lalu ada Love Yourself: Answer yang berada di dalam Billboard World Albums Chart selama 54 minggu. Serta, yang lebih lama lagi ada Love Yourself: Tear yang sudah berada di Billboard World Albums Chart selama 68 minggu.

Hingga saat ini BTS memiliki 9 album yang pernah berada pada posisi pertama dalam Billboard World Albums Chart. Dari yang pertama, The Most Beautiful Moment In Life, Pt 2 (2015), Wings (2016), You Never Walk Alone (2016), Love Yourself: Her (2017), Love Yourself: Tear (2018), Love Yourself: Answer (2018), Map of The Soul: Persona (2019), serta BTS World Soundtrack (2019)

Dengan beragam rekor baru yang sepertinya masih akan terus bertambah, ARMY patut berbangga dan selalu mendukung kesuksesan BTS.

baca: BTS RM Ulang Tahun, ARMY Beri Kado Hutan di Korea

Mic Drop BTS Bertahan 100 Minggu di Billboard World Digital Song Sales Chart


BTS dan Steve Aoki © Big Hit Entertainment
BTS dan Steve Aoki © Big Hit Entertainment

Mic Drop, salah satu lagu hits BTS baru-baru ini menorehkan rekor. Dirilis pada 2017, single kolaborasi BTS dengan DJ Asia-Amerika, Steve Aoki ini menjadi titik awal popularitas BTS di industri musik Amerika Serikat.

Berkat Mic Drop Remix feat Steve Aoki, BTS masuk top 40 tangga lagu album bergengsi di dunia, Billboard Hot 100. Bahkan, lagu bergenre hip-hop dan trap ini pun sukses memuncaki tangga lagu, Billboard World Digital Song Sales Chart, sebagai lagu Korea pertama, karena sebelumnya hanya didominasi lagu berbahasa Inggris dan Spanyol.

baca: BTS Pecahkan Rekor di Spanyol, 4 Albumnya Masuk Top 100 Sekaligus

Menariknya, tak ada yang mengira jika Mic Drop milik BTS ini mampu bertahan pada Billboard World Digital Song Sales Chart selama 100 minggu atau 2 tahun secara berturut-turut, tanpa pernah keluar dari Top 100.

Rekor ini pun menjadikan Mic Drop sebagai lagu berbahasa Korea pertama yang meraihnya, dan menjadikan BTS sebagai musisi Korea sekaligus Asia pertama yang mencapainya.

baca: Berjumpa di Bilboard Music Award 2019, BTS Dapat Wejangan Madonna

Bukan hanya bagi BTS, kesuksesan Mic Drop bertahan di Top 100 dalam Billboard World Digital Song Sales Chart selama 100 minggu, juga menjadi yang pertama kali bagi Steve Aoki.

Minggu ini Mic Drop berada pada posisi 21 dalam Billboard World Digital Song Sales Chart. Di Amerika Serikat, lagu ini bahkan sudah mendapatkan sertifikat Platinum dari Recording Industry Association of America (RIAA). Kesuksesan ini lantas disusul oleh Boy With Luv yang tak lain adalah single terbaru BTS yang cukup hits dari album Map of The Soul: Persona.

baca: Rekor Lagu ‘Boy With Luv’ Milik BTS, Raih 12 Juta Likes di YouTube Salah Satunya

Banyak yang memprediksi jika Mic Drop masih akan bertahan cukup lama di Billboard World Digital Song Sales Chart, lantaran lagu dalam album Love Yourself: Answer ini menjadi salah satu favorit ARMY.

Tonton MV Mic Drop BTS feat Steve Aoki di bawah ini: